Semarang (ANTARA News) - Wanita hamil rentan tertular virus A H1N1 (flu babi), sebab kondisi kehamilan menyebabkan perubahan hormon yang berpengaruh terhadap daya tahan tubuh, kata Manajer Rawat Jalan RS Telogorejo Semarang, dr. Siska Sindhuatmadja.

"Akibat pengaruh perubahan hormon tersebut, maka daya tahan tubuh wanita hamil menjadi lebih lemah," katanya usai seminar kesehatan flu H1 N1 di auditorium RS Telogorejo Semarang, Jumat.

Menurut dia, apabila sampai tertular virus flu babi, mereka (wanita hamil, red.) juga akan mengalami kesembuhan dalam waktu yang lebih lama.

Namun, ia mengingatkan, penularan virus flu babi terhadap wanita hamil tidak terlalu berpengaruh dan membahayakan kondisi janin, apalagi sampai mengakibatkan keguguran.

"Meskipun tidak membahayakan janin, namun wanita hamil yang tertular virus flu babi harus tetap mendapat penanganan secara cepat dan intensif," katanya.

Ia mengatakan, penanganan terhadap wanita hamil yang terinfeksi dapat dilakukan dengan pemberian tamiflu dengan dosis sama dengan pasien flu babi umumnya.

"Seperti pada pasien flu babi lainnya, pemberian tamiflu pada wanita hamil dapat dilakukan dengan dosis dua kali sehari," katanya.

Selain itu, lanjut Siska, pemberian tamiflu dengan dosis tepat juga tidak memiliki pengaruh berbahaya terhadap kondisi janin yang sedang dikandung.

Menurut dia, untuk menghindari tertular virus flu babi, wanita yang sedang hamil tidak dianjurkan terlalu sering bepergian jauh. "Mereka sebaiknya tetap di rumah dan beristirahat," katanya.

Disinggung tentang resiko kematian pasien flu babi yang lebih rendah dibandingkan virus flu burung, ia membenarkannya. "Namun, masyarakat sudah terlanjur ketakutan dengan flu babi," katanya.

Pasien yang tertular virus flu babi, kata dia, sebenarnya dapat pulih dengan sendirinya, asalkan mau beristirahat secara cukup untuk meningkatkan daya tahan tubuhnya.

"Virus flu babi memang tidak terlalu berbahaya dibanding flu burung, namun penyebaran dan penularan flu babi tergolong lebih cepat," katanya.

Akibatnya, kata dia, masyarakat belum sempat mengetahui dan memeroleh informasi mengenai flu babi, sedangkan korban yang tertular sudah sangat banyak, sehingga masyarakat akhirnya ketakutan secara berlebihan.

"Namun, masyarakat harus tetap mewaspadai dan melakukan upaya pencegahan terhadap penyebaran dan penularan virus flu babi, dengan menjalani pola hidup sehat seperti membiasakan untuk mencuci tangan dengan sabun," katanya.(*)

Pewarta:
Editor: Kunto Wibisono
Copyright © ANTARA 2009