Masa Lebaran, konsumsi LPG diprediksi naik 5 persen namun BBM anjlok

Masa Lebaran, konsumsi LPG diprediksi naik 5 persen namun BBM anjlok

Petugas meletakkan jeriken berisikan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar untuk layanan pesan antar BBM Pertamina di SPBU Pertamina MT Haryono, Jakarta, Rabu (25/3/2020). . ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/aww.

Tren peningkatan kebutuhan LPG dimulai sejak berlakunya kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar...
Jakarta (ANTARA) - PT Pertamina (Persero) memprediksi pada masa Lebaran tahun ini permintaan LPG naik di kisaran 5 persen dibandingkan kondisi normal yaitu sekitar 25.847 metrik ton per hari menyusul peningkatan kebutuhan rumah tangga untuk menyiapkan makanan bagi keluarga.

"Tren peningkatan kebutuhan LPG dimulai sejak berlakunya kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), dimana aktivitas masyarakat banyak terkonsentrasi di rumah dan konsumsi makanan untuk keluarga lebih tinggi. Untuk mengantisipasi lonjakan permintaan jelang hari raya, Pertamina menyediakan stok LPG yang aman dan mencukupi. Seluruh fasilitas kami beroperasi dengan tanki LPG terisi maksimal," ujar VP Corporate Communication Pertamina Fajriyah Usman, di Jakarta, Kamis.

Fajriyah menambahkan untuk melayani kebutuhan LPG tersebut Pertamina telah menyiagakan 657 SPBBE, 3.908 agen dan 177.717 gerai untuk melayani LPG PSO, serta 808 agen dan 84.712 gerai LPG nonPSO. Selain memenuhi kebutuhan LPG, Pertamina juga menyalurkan jaringan gas (Jargas) untuk 220 ribu rumah tangga.

Baca juga: Pertamina prediksi konsumsi LPG meningkat saat Idul Fitri 2020

Berbeda dengan LPG, menurut Fajriyah, kebutuhan BBM justru mengalami penurunan tajam pada seluruh produk. Untuk BBM jenis gasoline (Premium, Pertalite dan Pertamax Series) diperkirakan mengalami penurunan hingga 27,5 persen atau sekitar 67,7 Kilo Liter (KL) per hari dibandingkan pada realisasi penyaluran BBM dalam kondisi normal.

Penurunnan juga terjadi pada BBM jenis Gasoil sekitar 22,8 persen atau 31,9 KL per hari. Untuk jenis Avtur diperkirakan sebesar 602 KL per hari atau turun 95 persen dibandingan kondisi normal.

"Kebutuhan BBM jelang perayaan Idul Fitri tahun ini menurun signifikan, karena kita masih berada dalam suasana pandemi COVID-19 sehingga mobilitas kendaraan di dalam kota dan antarwilayah sangat rendah dan tidak banyak memerlukan BBM," ungkapnya dalam keterangan resmi PT Pertamina.

Baca juga: Pertamina prediksi konsumsi BBM turun 20 persen akibat larangan mudik

Kendati menurun, tutur Fajriyah, Pertamina tetap mengoperasikan 7.023 SPBU yang tersebar di seluruh Indonesia dengan stok penuh.

Untuk mendukung penyaluran BBM dan LPG bagi masyarakat dalam perayaan Idul Fitri, Pertamina menyiagakan sarana dan fasilitas penyaluran yakni 114 Termina BBM, 23 Terminal LPG serta 69 DPPU.

Dalam rangka meningkatkan pelayanan, lanjut Fajriyah, Pertamina menyediakan layanan pesan antara atau Pertamina Delivery Service melalui Contact Centre 135. Untuk memudahkan transaksi, Pertamina juga memberikan fasilitas tambahan pola bayar non-tunai melalui aplikasi My Pertamina-LinkAja di SPBU.

Baca juga: Imbauan di rumah saja akibatkan konsumsi BBM di Jatim turun

Pewarta: Faisal Yunianto
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Konsumsi BBM di Jateng-DIY saat Ramadhan turun 40%    

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar