KJRI Davao City distribusikan 1.500 kg beras zakat fitrah

KJRI Davao City distribusikan 1.500 kg beras zakat fitrah

Pemberian bantuan bagi WNI di Mindanao Selatan, Filipina, yang terdampak perpanjangan kebijakan lockdown Pemerintah setempat. (KJRI Davao City)

Dalam suasana yang serba susah karena dampak pandemi seperti sekarang ini, maka puasa kita seharusnya bisa lebih meningkatkan cinta dan empati kepada masyarakat yang tidak mampu
Jakarta (ANTARA) - Konsulat Jenderal RI (KJRI) di Davao City, Filipina, melalui Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) al-Ikhlash mendistribusikan zakat fitrah, zakat mal, dan sedekah dari umat Muslim WNI di kota itu kepada kaum yang berhak, dua hari jelang Idul Fitri.

"Panitia Zakat DKM al-Ikhlash tahun ini berhasil mengumpulkan beras sejumlah tiga puluh karung atau sama dengan 1.500 kilogram," demikian KJRI Davao City menyatakan dalam keterangan tertulis yang diterima ANTARA di Jakarta, Jumat.

Beras zakat itu disalurkan kepada para WNI yang saat ini berada di daerah Quilantang, Tupi, Kapla, serta masyarakat yang membutuhkan di Davao City.

Konsul Jenderal RI di Davao City Dicky Fabrian berharap pembagian zakat tersebut dapat membantu masyarakat tidak mampu, khususnya dalam keadaan sulit di tengah wabah COVID-19 ini.

"Dalam suasana yang serba susah karena dampak pandemi seperti sekarang ini, maka puasa kita seharusnya bisa lebih meningkatkan cinta dan empati kepada masyarakat yang tidak mampu," kata Dicky, dikutip dari keterangan yang sama.

Filipina menerapkan karantina masyarakat dalam beberapa tingkatan di area yang berbeda sebagai upaya untuk menekan laju penyebaran COVID-19. Di wilayah Davao City sendiri, pemerintah setempat memberlakukan Karantina Masyarakat Umum (General Community Quarantine/GCQ) mulai 16 Mei hingga 31 Mei.

GCQ merupakan karantina dengan aturan yang lebih longgar daripada Karantina Masyarakat Lanjutan (Enhanced Community Quarantine/ECQ) yang sebelumnya diberlakukan.

Di bawah aturan GCQ tersebut, distribusi zakat oleh DKM al-Ikhlash juga dilakukan dengan tetap memperhatikan protokol keselamatan dan kesehatan.

Jolha Manansang, wakil masyarakat Indonesia yang tinggal di Tupi--wilayah kecil di pulai Mindanao, selatan Filipina itu, mengatakan bahwa zakat tersebut merupakan bantuan ketiga yang dia dan WNI lainnya terima.

"Kami atas nama masyarakat Indonesia di Mindanao, mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya atas bantuan KJRI, terutama Bapak Konjen, yang selama ini telah memperhatikan kami," kata Jolha.

Baca juga: KBRI Manila jemput 6 WNI Jamaah Tabligh dari Basilan, Filipina Selatan

Baca juga: DKM KJRI Davao City bantu WNI terdampak "lockdown" Filipina

Pewarta: Suwanti
Editor: Fardah Assegaf
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Delegasi Kementerian Pertahanan Filipina kunjungi PT Pindad

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar