Minyak stabil, ketidakpastian permintaan imbangi pengurangan pasokan

Minyak stabil, ketidakpastian permintaan imbangi pengurangan pasokan

Ilustrasi - harga minyak dunia. ANTARA/Ardika/am.

Ketidakpastian seputar pola perjalanan saat ini di AS sangat besar sehingga Asosiasi Otomotif Amerika tidak merilis perkiraan perjalanan Memorial Day-nya
London (ANTARA) - Harga minyak relatif stabil dalam perdagangan yang lesu pada Senin (25/5) dengan liburan di pasar Singapura, London dan New York, karena meningkatnya kekhawatiran atas pemulihan permintaan mengimbangi penurunan pasokan.

Minyak mentah Brent untuk pengiriman Juli naik tipis 0,45 dolar AS atau 1,28 persen menjadi 35,58 dolar AS per barel pada pukul 17.28 GMT.

Sementara itu minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Juli sedikit menguat 0,47 dolar AS atau 1,41 perse menjadi 33,72 dolar AS per barel.

Keduanya turun sekitar 45 persen sepanjang tahun ini. Tidak ada penyelesaian (penutupan) di pasar AS karena liburan "Memorial Day" (Hari Pahlawan).

"Ketidakpastian seputar pola perjalanan saat ini di AS sangat besar sehingga Asosiasi Otomotif Amerika tidak merilis perkiraan perjalanan Memorial Day-nya," Bjornar Tonhaugen, kepala pasar minyak di Rystad Energy, mengatakan.

Ketegangan AS - China yang meningkat, antara konsumen minyak terbesar dunia, karena langkah Beijing untuk memberlakukan undang-undang keamanan di Hong Kong juga memicu kekhawatiran tentang prospek permintaan.

Hubungan bilateral telah memburuk sejak wabah virus corona dengan kedua negara sudah berselisih soal Hong Kong, hak asasi manusia, perdagangan, dan dukungan AS untuk Taiwan yang diklaim China.

Harga mendapat dukungan dari pemangkasan pasokan global dengan Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak dan sekutunya, yang dikenal sebagai OPEC+, sekarang hampir sebulan mencapai kesepakatan untuk secara sukarela menahan 9,7 juta barel produksi per hari.

Di sisi lain, jumlah rig AS, indikator awal produksi yang akan datang, turun 21 rig ke rekor terendah 318 rig dalam seminggu hingga 22 Mei, data dari perusahaan jasa energi Baker Hughes menunjukkan.

"Penurunan besar dalam produksi minyak global tidak diragukan lagi menjadi faktor kunci dalam lonjakan harga minyak terbaru," kata Commerzbank.
 

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Ahmad Buchori
COPYRIGHT © ANTARA 2020

KPBB menilai harga BBM terlalu mahal

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar