Jakarta (ANTARA News) - Gugus Keamanan Laut Komando Armada RI Kawasan Barat TNI Angkatan Laut mengerahkan dua kapal perangnya untuk membantu evakuasi korban selamat dan mencari korban hilang akibat terbakarnya kapal tanker dan kapal angkutan di lepas pantai Malaysia di Selat Malaka.

Komandan Gugus Keamanan Laut Komando Armada RI Kawasan Barat Laksamana Pertama TNI Ade Supandi ketika dikonfirmasi ANTARA di Jakarta Rabu mengatakan, selain dua kapal perang, pihaknya juga mengerahkan kapal-kapal patroli cepat untuk pencarian korban hilang.

"Ya ini masih terus kita lakukan pencarian...unsur-unsur laut yang biasa menjaga wilayah RI di Selat Malaka sebagian tengah melakukan penyisiran di area kejadian," ujar Ade.

Kapal tanker terbakar setelah bertabrakan dengan kapal angkutan di 20 mil laut di dekat Pelabuhan Dickson, di Selat Malaka, Negeri Sembilan, Malaysia, pada Selasa (18/8) malam.

Akibat kebakaran itu, 16 orang pada Rabu (19/8) dini hari diselamatkan sedangkan sembilan orang lainnya masih dalam pencarian.

Kepala Polisi Pelabuhan Dickson Inspektur Mazlan Othman mengatakan, kapal tanker terdaftar di Liberia sedangkan kapal angkutan terdaftar sebagai kapal Inggris. KeduaNYA membawa 25 orang awal kapal.

Kedua kapal bertabrakan dan terbakar hingga mengakibatkan tumpahan minyak ke laut. Kapal angkutan datang ke Pelabuhan Dickson untuk melakukan perbaikan.
(*)

Pewarta:
Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2009