Surabaya (ANTARA News) - Bayi kembar siam Janeetra (14 bulan) asal Pasuruan, Jawa Timur, Kamis pukul 07.40 WIB, meninggal dunia karena gangguan fungsi multi organ yang dialaminya sejak operasi pemisahan pada tanggal 23 Juli lalu.

"Bahkan, sejak Rabu (19/8) sore, kondisi bayi tersebut semakin memburuk," kata Juru Bicara Tim Dokter Kembar Siam RSUD dr. Soetomo, dr Agus Harianto, di kamar jenazah RSUD dr. Soetomo Surabaya, Kamis.

Menurut dia, memburuknya kondisi Janeetra disebabkan nekrosis (terjadi kematian sel yang disebabkan kerusakan sel secara akut) pada bagian perut hingga dada yang kian menghitam akibat infeksi terhadap luka terbukanya yang meluas pascaoperasi pemisahan dengan adiknya, Janeeta.

"Meski operasi berjalan sukses, sejak saat itu hingga 14 bulan menjalani perawatan di rumah sakit ini, Janeetra tampak sulit beradaptasi dengan lingkungan sekitar, sehingga kondisi kesehatannya semakin drop (menurun)," katanya.

Selain itu, anak pasangan Yus Aminudin dan Nur Rohmah itu, katanya, juga sulit dipisahkan dari respiratornya.

"Di samping itu, Janeetra sempat menjalani nekrotomi (pengguntingan jaringan) sebanyak tiga kali," katanya.

Selama ini, jelas Agus, tim dokter kembar siam RSUD dr. Soetomo telah melakukan usaha maksimal dalam merawat Janeetra-Janeeta.

"Kami selalu memberikan nutrisi yang seimbang dan obat-obatan yang dibutuhkan, tapi upaya itu belum membuat kondisinya menjadi baik," katanya.

Di tempat yang sama, ayah Janeetra-Janeeta, Yus Aminudin, mengaku sangat kehilangan anak tercintanya.

"Rencananya, Kamis ini juga Janeetra akan kami makamkan di Jalan Krajan Barat V Nomer 9, Prigen, Pasuruan," katanya.

Sementara itu, suasana di ruang jenazah RSUD dr. Soetomo terlihat hening.

Isakan tangis pasangan suami istri tersebut, para kerabat Janeetra-Janeeta, hingga sejumlah rekan pers, ikut mengantar kepergian Janeetra kembali ke Sang Khalik. Mereka tak henti-hentinya meneteskan air mata.

Saat petugas ruang jenazah membuka tutup wajah Janeetra, secara bergantian orang tua kembar siam itu dan kerabatnya memberikan ciuman perpisahan.

Sesaat kemudian, mereka secara bersamaan membacakan doa bagi arwah Janeetra, yang dipimpin oleh salah satu tim dokter kembar siam RSUD dr. Soetomo. (*)

Pewarta:
Editor: Bambang
Copyright © ANTARA 2009