Semarang (ANTARA News) - Surat keputusan (SK) pengangkatan Manajer Tim PSIS Semarang akan dikeluarkan pada minggu terakhir Agustus ini, kata Direktur Utama PT Mahesa Jenar (Pengelola PSIS), Yoyok Sukawi.

"Saya sempat berbicara dengan Ketua Umum PSIS, Sukawi Sutarip, dan beliau menyatakan SK pengangkatan manajer tim akan dikeluarkan pekan depan," katanya di Semarang, Senin.

Pengangkatan manajer tim itu, katanya, sekaligus untuk reorganisasi kepengurusan di tubuh PSIS. Susunan kepengurusan PSIS mendatang akan melibatkan anggota DPRD baik Kota Semarang maupun Provinsi Jawa Tengah.

"Saya belum tahu siapa-siapa dari anggota dewan yang akan duduk dalam kepengurusan maupun manajemen PSIS, bahkan saya juga belum tahu siapa nantinya yang akan menjabat sebagai manajer tim," kata Yoyok Sukawi yang juga Anggota DPRD I Jateng terpilih dari Partai Demokrat itu.

Ia mengatakan, PSIS memerlukan dukungan dari berbagai pihak agar kondisi klub itu lebih baik pada masa mendatang.

Keterlibatan anggota dewan dalam manajemen PSIS, katanya, akan mendorong mereka mengetahui secara baik persoalan yang dihadapi klub itu.

"Kalau beliau-beliau duduk dalam kepengurusan PSIS tentunya akan tahu persis persoalan yang dihadapi PSIS dan bisa menyelesaikan secara baik," katanya.

Pada kesempatan itu Yoyok yang juga putra kedua Wali Kota Semarang, Sukawi Sutarip, itu mengatakan, pada Senin (24/8) dirinya bertemu dengan mantan pelatih PSIS, Ahmad Muhariah, dan mantan pelatih fisik, Janu Ismanto.

Saat pertemuan tersebut, katanya, dibicarakan soal pembentukan Tim PSIS yang akan berlaga pada Kompetisi Divisi Utama 2009/2010.

"Kita tadi bicara bagaimana kalau pembentukan tim dilakukan usai Lebaran. Mereka menjawab tidak masalah karena kalau dibentuk sekarang tentunya waktu yang efektif untuk berlatih juga usai Lebaran," katanya.

Ia mengatakan, penentuan pelatih untuk menangani Tim Mahesa Jenar pada masa kompetisi mendatang itu akan menunggu turunnya aturan liga terlebih dulu.

"Kita menunggu terlebih dulu karena ada kriteria khusus bagi pelatih yang berhak menangani tim divisi utama, apakah mereka yang memiliki lisensi B atau C, atau yang lainnya," katanya.

Jika aturan liga menyebutkan bahwa pelatih yang menangani tim divisi utama harus berlisensi B, katanya, tentunya peluang Ahmad Muhariah melatih PSIS lebih besar ketimbang calon lainnya.

"Karena PSIS mensyaratkan bahwa pada musim kompetisi mendatang akan mengutamakan pelatih lokal demikian juga dengan pemain," katanya.
(*)

Pewarta:
Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2009