Mentan serahkan alsintan pastikan NTT tanam dua kali setahun

Mentan serahkan alsintan pastikan NTT tanam dua kali setahun

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menyerahkan bantuan alat mesin pertanian (alsintan) kepada petani berupa 40 traktor dan alat pertanian lainnya di NTT, Jumat. (Kementerian Pertanian)

Kunci daerah yang bisa maju itu adalah pada kepala daerahnya yang memiliki manajemen agenda pertanian, berupa kebijakan pemerintah
Jakarta (ANTARA) - Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menyerahkan bantuan alat mesin pertanian (alsintan) kepada petani berupa 40 traktor dan alat pertanian lainnya, guna memastikan agar NTT dapat melaksanakan upaya tanam dua kali dalam setahun.

Hal itu dilakukan dalam kunjungan kerjanya di Desa Manusak, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur, Jumat.

"Kunci daerah yang bisa maju itu adalah pada kepala daerahnya yang memiliki manajemen agenda pertanian, berupa kebijakan pemerintah. Untuk itu, NTT tidak boleh mundur, petani bertanam dua kali setahun," kata Syahrul melalui keterangan diterima di Jakarta, Jumat.

Mentan mengatakan bahwa Program Tanam Jagung Panen sapi (TJPS) yang tengah dikerjakan Pemprov NTT, akan mampu membawa provinsi tersebut keluar dari kemiskinan dan menjadi sejahtera.

Menurut dia, sektor pertanian menjadi sektor yang paling diunggulkan sebagai pendukung perekonomian di tengah masa pandemi COVID-19.

Syahrul memaparkan prognosa produksi dan kebutuhan beras nasional hingga akhir Desember 2020, stok beras masih akan tersedia sebanyak 4,7 juta ton beras.

Untuk mengamankan pasokan beras di tengah pandemi COVID-19, Kementan telah melakukan gerakan percepatan tanam padi seluas 5,6 juta hektare, pada musim tanam kedua di 33 provinsi.

Pemerintah menargetkan program itu bisa menghasilkan produksi beras sebesar 15 juta ton pada Juli-Desember 2020, setidaknya dalam target yang lebih kecil bisa mencapai 13,2 juta ton.

Kementan juga memiliki 3 program alternatif untuk mengamankan pangan masyarakat Indonesia, di antaranya optimalisasi lahan rawa seluas 400.000 ha yang diperkirakan dapat menghasilkan 1,2 juta ton beras. Selain itu, melakukan diversifikasi pangan, hingga membuat lumbung pangan di setiap provinsi.

"NTT harus punya lumbung pangan sendiri dan setiap kecamatan akan terkoneksi. Bersama kami, membuat konstraling atau komando strategi penggilingan, di mana ini akan menjadi lumbung pangan yang ada di kecamatan," kata Syahrul.

Untuk mendukung pertanian di NTT, Kementan memberikan bantuan senilai Rp103 miliar dengan harapan pemerintah daerah lebih menggiatkan lagi pertanian.

Dalam kesempatan yang sama, Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat menyampaikan apresiasinya kepada Menteri Pertanian yang telah menaruh perhatian khusus terhadap NTT.

Viktor mengungkapkan sejumlah masalah pertanian yang masih terus diatasi Pemda NTT adalah perbaikan irigasi. Transformasi budaya tanam dua kali setahun yang disampaikan Mentan, menurut dia, memberikan semangat untuk terus memaksimalkan potensi wilayah.

Hampir semua kebutuhan masyarakat NTT saat ini berasal dari luar daerah, sehingga dalam rantai pasok tidak memberikan nilai tambah provinsi NTT.

Baca juga: Mentan: Pembangunan pertanian di NTT jadi perhatian pemerintah pusat
Baca juga: Mentan panen raya bawang merah di Bima pastikan produksi tercukupi

Pewarta: Mentari Dwi Gayati
Editor: Ahmad Wijaya
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Kilas NusAntara Malam

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar