GPIB berkoordinasi dengan BNPB untuk normal baru peribadahan di gereja

GPIB berkoordinasi dengan BNPB untuk normal baru peribadahan di gereja

Pengurus Gereja menempelkan tanda menjaga jarak pada kursi jamaat di Gereja Kristen Indonesia (GKI) Kartasura, Sukoharjo, Jawa Tengah, Sabtu (30/5/2020). Gereja tersebut mulai mempersiapkan normal baru untuk kegiatan ibadah di Gereja dengan memberi tanda menjaga jarak dan menerapkan protokol kesehatan kepada seluruh jemaat. ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha/hp.

Kita sudah merancang protokol untuk berbagai bentuk peribadahan gereja
Jakarta (ANTARA) - Majelis Sinode Gereja Protestan di Indonesia Bagian Barat (GPIB) telah menemui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk berkoordinasi untuk melaksanakan tatanan new normal atau normal baru peribadahan di gereja.

"Kita sudah merancang protokol untuk berbagai bentuk peribadahan gereja. Pada saat peribadahan dibuka, jumlah umat diatur sekitar 25 persen dari kapasitas," kata Ketua Umum Majelis Sinode GPIB Pendeta Paulus Kariso Rumambi dalam keterangan yang diterima di Jakarta pada Minggu.

Baca juga: Cegah COVID-19, GPIB Immanuel Tanjung Pandan gelar ibadah daring

Berdasarkan skema tersebut maka umat yang tidak tertampung akan dialihkan ke jam ibadah tambahan dan ibadah daring.

Selain itu, kata dia, dalam tahap awal gereja-gereja GPIB akan mengambil langkah pengamanan dengan membatasi usia yang bisa mengikuti ibadah adalah yang di bawah 50 tahun.

Dalam pertemuan dengan Kepala BNPB Doni Monardo pada Sabtu (30/5), Pendeta Rumambi memastikan gereja akan menjalankan tatanan normal baru peribadahan.

Baca juga: PGI akan ikuti arahan pemerintah perihal kegiatan ibadah di gereja

Dia menegaskan bahwa sejak pertengahan Maret 2020 seluruh gereja yang berada di bawah GPIB, 326 gereja lokal dan 296 cabang gereja lokal, sudah melakukan transformasi dengan mengalihkan ibadah tatap muka ke layanan streaming.

Selain itu, GPIB juga telah melakukan berbagai upaya penanggulangan COVID-19 seperti melakukan program penyemprotan disinfektan di gedung gereja, sekolah dan pemukiman warga, memberikan bantuan kesehatan termasuk alat pelindung diri serta tes cepat dan melaksanakan program penanggulangan dampak ekonomi.

Baca juga: Ridwan Kamil tinjau kesiapan normal baru di rumah ibadah zona biru

Bantuan itu telah disalurkan tidak hanya di kota-kota besar tapi juga daerah kepulauan terluar seperti Sangihe dan Mentawai dengan memanfaatkan jaringan gereja-gereja GPIB yang tersebar dari kota metropolitan sampai daerah terdepan terluar dan tertinggal, tegas Sekretaris Umum Majelis Sinode GPIB, Pendeta Marlene Joseph.

Baca juga: Pemerintah terbitkan panduan aktivitas di rumah ibadah

"Menyadari bahwa GPIB bisa menjangkau sampai ke pelosok, GPIB menjadi wadah strategis yang bisa mendukung upaya pemerintah dalam berbagai upaya penanggulangan COVID-19," kata Pendeta Marlene.

"Ini sejalan dengan tema tahun 2020-2021 kita, yakni menguatkan tatanan bergereja agar bisa jadi berkat bagi umat dan masyarakat secara umum," tegas Pendeta Marlene.

Baca juga: Pekanbaru izinkan kegiatan di rumah ibadah dengan protokol kesehatan

 

Pewarta: Prisca Triferna Violleta
Editor: Agus Salim
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Pemkot Madiun bentuk tim pengawasan protokol kesehatan COVID-19

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar