Formula 1

Hamilton kritik F1, "dominan kulit putih" bungkam atas tewasnya Floyd

Hamilton kritik F1, "dominan kulit putih" bungkam atas tewasnya Floyd

Pebalap Formula 1 dari tim Mercedes Lewis Hamilton. REUTERS/Edgar Su

Jakarta (ANTARA) - Juara dunia Lewis Hamilton mengkritik bintang-bintang "terbesar" di Formula 1 yang "didominasi kulit putih" karena tidak menentang rasisme saat aksi protes meletus di seluruh Amerika Serikat.
Pengemudi Mercedes itu mengingatkan "Saya tahu siapa Anda dan melihat Anda" saat ia menuduh sesama pebalap "diam" menyusul kematian George Floyd, seorang pria kulit hitam tak bersenjata, dalam penangkapannya di Minneapolis.

Insiden yang direkam tersebut telah memicu kerusuhan di beberapa kota dan mencetuskan kecaman dari atlet-atlet top termasuk Michael Jordan dan Serena Williams.

Baca juga: Michael Jordan turut kecam pembunuhan George Floyd
Baca juga: JR Smith ngamuk pukuli orang saat unjuk rasa George Floyd


"Saya lihat kalian yang tetap diam, beberapa di antara Anda bintang-bintang terbesar namun tetap diam di tengah ketidakadilan," tulis Hamilton pada Instagram seperti dikutip AFP di London, Senin.

"Bukan isyarat dari siapapun dalam industri saya yang tentu saja olahraga yang didominasi kulit putih. Saya satu-satunya orang kulit berwarna di sana ternyata berdiri sendiri.

"Saya akan berpikir sekarang Anda akan melihat mengapa ini terjadi dan mengatakan sesuatu tentang ini tapi Anda tidak bisa berdiri bersama kami. Ketahuilah saya tahu siapa Anda dan saya melihat Anda."

Hamilton, enam kali juara dunia, mengatakan ia hanya mendukung demonstran damai, bukan mereka yang menjarah toko dan membakar bangunan.

Namun ia menambahkan: "Tidak akan ada perdamaian hingga yang disebut para pemimpin kita melakukan perubahan. Ini bukan hanya Amerika. Ini adalah Inggris Raya, ini adalah Spanyol, ini adalah Italia dan seluruhnya.

"Cara minoritas diperlakukan harus berubah, bagaimana Anda mendidik mereka di negara Anda tentang kesetaraan, rasisme, klasisme dan bahwa kita semua sama!

"Kita tidak dilahirkan dengan rasisme dan kebencian dalam hati kita, itu diajarkan oleh mereka yang kita hormati."

Legenda bola basket Jordan bergabung bersama NBA, NFL dan olahraga lain di AS menuntut perubahan bagi orang kulit hitam Amerika, namun seruan tersebut tidak terbatas bagi Amerika Serikat.
​​​
Pesepak bola Prancis Marcus Thuram dan pemain nasional Inggris Jadon Sancho keduanya menyerukan keadilan bagi Floyd setelah mencetak gol dalam pertandingan Bundesliga Jerman.

Baca juga: Sepakbola hingga NBA, dunia olahraga unjuk solidaritas George Floyd
Baca juga: Trio bintang Bundesliga tuntut keadilan bagi George Floyd


 

Pewarta: Fitri Supratiwi
Editor: Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Menko Polhukam sebut kerusuhan di Papua karena ditunggangi provokator

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar