Brisbane (ANTARA News) - Grup band "Shaggy Dog" asal Yogyakarta memukau ratusan orang Indonesia dan Australia yang memadati halaman panggung terbuka Amphitheatre Botanical Garden, tempat berlangsungnya Konser Musik Dunia Festival Darwin, 29 Agustus malam.

"Konser Musik Dunia 29 Agustus malam itu benar-benar milik Shaggy Dog. Aksi panggung para personil Shaggy mengundang banyak penonton spontan beranjak dari tempatnya dan berjoget bersama," kata Sekretaris II Fungsi Pensosbud Konsulat RI Darwin, Arvinanto Soeriaatmadja.

Kepada koresponden ANTARA di Brisbane, Minggu, Arvinanto mengatakan, Shaggy Dog tampil bersama kelompok musik asal Australia Barat dan China, namun penampilan para personil grup musik beraliran ska, reggae, jazz, swing dan rock ini mampu menarik para penonton untuk berjoget bersama.

Di antara ratusan orang penonton yang menyaksikan kepiawaian para personil Shaggy Dog, seperti Heru (vokal), Raymond, Bandizt, Lilik, Richard, dan Yoyok, dalam menguasai panggung 29 Agustus malam itu adalah sejumlah pejabat pemerintah negara bagian Northern Territory dan Konsul RI di Darwin, Harbangan Napitupulu.

"Kami bersuka cita menyaksikan ratusan orang Indonesia dan Australia berjoget bersama. Dua masyarakat dari dua bangsa bisa menyatu dengan penuh semangat di pertunjukan Shaggy Dog," kata Arvinanto.

Para personil grup band yang terkenal dengan lagu-lagunya, seperti "Di Sayidan", "Kembali Berdansa", dan "Kecoa" ini tiba di Darwin Sabtu dan kembali ke Tanah Air via Denpasar, Bali, Minggu. "Di Bali, mereka manggung di Hotel Hard Rock," katanya.

Kehadiran para personil Shaggy Dog di Darwin guna memperkuat upaya diplomasi budaya RI mendapat dukungan berbagai pihak. "Untuk itu, kami berterima kasih kepada panitia Festival Darwin, Kedubes Australia di Jakarta, serta pihak bea cukai, imigrasi, kantor pajak RI, dan otoritas Bandara Ngurah Rai Denpasar," katanya.

Konsulat RI Darwin akan terus mempromosikan berbagai kekayaan seni budaya Indonesia, termasuk seni musik yang dikembangkan anak-anak muda, di negara bagian Northern Territory, Australia, katanya.

"Shaggy Dog akan kita undang lagi dan kita berharap upaya kita ini mendapat dukungan yang sama, termasuk dari pemerintah provinsi DI Yogyakarta," kata Arvinanto.

Dalam dua tahun terakhir ini, musisi asal Yogyakarta ikut mengisi acara Festival Darwin. Pada Festival Darwin 2008, Indonesia diwakili kelompok musik "Kua Etnika" pimpinan Djaduk Ferianto.(*)

Pewarta:
Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2009