Gunungkidul (ANTARA News) - Harga air bersih di Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), pada pertengahan puasa naik hingga 30 persen, kata Kepala Seksi Bantuan Jaminan Sosial Dinas Sosial Gunungkidul, Wijang Eka Aswarna di Wonosari, Minggu.

"Harga air bersih naik karena permintaan juga naik," katanya.

Menurutnya, Lebaran tidak hanya berdampak pada melonjaknya permintaan sembilan bahan kebutuhan pokok (sembako) atau kebutuhan pokok lain, namun permintaan air bersih juga naik.

"Menjelang Lebaran, jumlah anggota keluarga bertambah karena sebagian besar perantau pulang ke kampung halaman. Ini menyebabkan kebutuhan air meningkat sehingga sebagian warga harus memperbanyak persediaan air bersih," katanya.

Wijang mengatakan, lonjakan permintaan itu menyebabkan harga air bersih mengalami kenaikan, misalnya di wilayah Kecamatan Tepus dan Panggang, harga air bersih awalnya rata-rata Rp100.000/ mobil tangki berisi 5.000 liter, kini naik menjadi Rp130.000 hingga Rp150.000/ mobil tangki.

Beberapa penjual air bersih yang menggunakan mobil tangki juga mengakui adanya lonjakan permintaan air menjelang Lebaran. "Kalau hari biasa hanya ada dua atau tiga permintaan, saat ini permintaan setiap hari mencapai enam tangki," kata penjual air bersih, Sukrisno.

"Kami bahkan harus lembur hingga malam hari untuk melayani permintaan air bersih," katanya.

Sejumlah warga juga mengakui terjadinya kenaikan harga air bersih. "Harga air bersih yang diantar sampai rumah Rp135.000, padahal sebelum Ramadhan hanya Rp105.000/ mobil tangki kapasitas 5000 liter," kata warga Desa Giri Sekar, Kecamatan Panggang, Gunungkidul, Harto Kasidi.

Menurut Harto, kenaikan harga air bersih mulai terjadi sejak pekan kedua bulan puasa, dan diperkirakan akan terus naik hingga Lebaran.

"Berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, kenaikan harga air yang dijual pedagang swasta ini akan terus melambung dengan semakin dekatnya Lebaran. Salah satu penyebabkanya adalah peningkatan kebutuhan air bersih karena banyaknya perantau yang pulang ke kampung halaman," katanya.

Warga Desa Botodayakan, Kecamatan Rongkop, Karlan mengatakan, menjelang Lebaran stok air bersih yang ada di sejumlah bak penampungan mulai berkurang.

"Stok air bersih yang ada di bak penampungan, baik milik pribadi maupun bak umum, diperkirakan tidak akan cukup untuk persediaan hingga akhir Lebaran," katanya.

Ia mengatakan, warga harus membeli air lagi sebelum Lebaran. Selain itu, pihaknya berharap Pemkab Gunungkidul menambah pasokan air bersih untuk mengantisipasi kurangnya persediaan air bersih untuk kebutuhan Lebaran.

"Kami harap pemerintah menambah jumlah pasokan air sehingga warga tidak kesulitan mendapatkan air bersih. Untuk membeli air dari pihak swasta, tidak semua warga di sini mampu karena harganya yang semakin tinggi," katanya.(*)

Pewarta:
Editor: Kunto Wibisono
Copyright © ANTARA 2009