Tinju

Anthony Joshua sebut demonstran itu "vaksin" bagi "virus" rasisme

Anthony Joshua sebut demonstran itu "vaksin" bagi "virus" rasisme

Petinju kelas berat Inggris Anthony Joshua pernah bersaing sengit di kelasnya dengan petinju Trinidad dan Tobago, Tariq Abdul Haqq, sewaktu masih di kancah amatir, sebelum petinju yang disebut belakangan ini tewas pada 2015 setelah bergabung dengan kelompok ekstrimis ISIS di Suriah. (REUTERS)

Membunuh seseorang secara langsung tidak dapat dimaafkan
Jakarta (ANTARA) - Juara dunia tinju kelas berat Anthony Joshua menyebut gerakan protes masyarakat di Amerika pada saat ini merupakan "vaksin" yang mujarab bagi "virus" rasisme.

"Virus yang saya maksudkan ini disebut dengan rasisme," katanya, Sabtu, membandingkan efek bahaya prilaku rasisme dengan kerusakan yang ditimbulkan oleh COVID-19.

Petinju asal Inggris itu kemudian bertanya: "Berapa lama lagi kita akan membiarkan rasisme menyebar ke seluruh komunitas kita?"

Baca juga: Kroasia jadi opsi arena tarung Joshua vs Pulev

Protes di seluruh dunia di bawah bendera "Black Lives Matter" terjadi pada Sabtu sebagai respon atas kematian George Floyd, seorang pria kulit hitam Amerika yang tewas di Minneapolis bulan lalu tatkala ditangkap petugas polisi setempat.

"Anda adalah vaksinnya, saya adalah vaksinnya," kata Joshua yang berusia 30 tahun itu dalam sebuah aksi massa di kota kelahirannya, Watford.

"Membunuh seseorang secara langsung tidak dapat dimaafkan. Tetapi menelanjangi dari hak asasi mereka, menindas mereka, mengejek mereka, menghina mereka, menempatkan langit-langit kaca di atas mereka ... hanyalah cara yang lebih lambat untuk membunuh mereka dan mengambil kehidupan atas jiwa-jiwa mereka."

Joshua mengenakan kruk pada kegiatan itu dan juga terlihat mengenakan penyangga lutut, tetapi seorang juru bicara bersikeras bahwa itu hanya sebagai "tindakan pencegahan".

Baca juga: Michael Jordan donasikan Rp1,4 triliun demi kesetaraan rasial
Baca juga: Bintang tenis Coco Gauff ikut berdemo serukan keadilan rasial


Joshua, pemegang gelar juara WBA, IBF dan WBO, merasakan "sedikit nyeri" di lutut kirinya dalam sesi latihan awal pekan ini.

"Anthony merasakan sedikit nyeri pada lututnya saat berlatih," kata juru bicara itu.

"Ini hanya tindakan pencegahan atas saran dari fisioterapis dan akan diperiksa lebih lanjut oleh dokter. Tetapi tidak ada kekhawatiran."

Joshua akan mempertahankan gelar juaranya melawan Kubrat Pulev di Stadion Tottenham Hotspur pada 20 Juni, namun pertarungan itu harus ditunda karena pandemi virus corona, demikian AFP.

Baca juga: Promotor Anthony Joshua rencanakan tarung di taman belakang rumah

Pewarta: Junaydi Suswanto
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Menko Polhukam sebut kerusuhan di Papua karena ditunggangi provokator

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar