New York (ANTARA News) - Hujan yang mengguyur kota New York pada Jumat pagi sama sekali tidak sekali tidak mengurangi berlangsungnya upacara mengenang para korban serangan teroris ke gedung World Trade Center, yang terjadi pada 11 September 2001 pagi hari.

Di bawah curahan hujan, keluarga para korban berkumpul di depan "Ground Zero", sebidang tanah di kawasan Manhattan, New York, tempat menara kembar World Trade Center pernah megah berdiri namun runtuh hingga ke dasar tanah setelah ditabrak dua pesawat yang dikendalikan para teroris.

Di sudut lain, sebelah barat Ground Zero, tidak sedikit anggota keluarga maupun simpatisan yang melemparkan bunga-bunga mawar ke atas kolam sebagai ungkapan duka cita mendalam serta penghormatan bagi para arwah.

Air mata yang menetes bersamaan dengan titik-titik air yang berjatuhan di payung dan jas hujan yang dikenakan oleh para keluarga korban dan simpatisan, membuat suasana menjadi semakin kelam.

"Arwah anak saya ada di sini. Mau hujan atapun cerah, saya tetap harus ke sini...," kata seorang pria New York yang kehilangan puterinya dalam serangan 11 September ke gedung WTC.

Hujan memang membuat peringatan kali ini menjadi berbeda dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.

Di luar itu, pemerintah kota New York menyelenggarakan upacara peringatan dengan ritual-ritual yang sama di Ground Zero.

Lonceng-lonceng kembali dibunyikan pada detik-detik gedung kembar WTC mendapat serangan.

Sejumlah petugas juga memainkan melodi menyayat hati dengan alat tiup mereka di tengah keheningan suasana.

Demikian pula dengan dibacakannya 2.752 nama korban.

Nama-nama korban tewas dibacakan secara berurutan oleh para anggota keluarga korban serta para sukarelawan yang pada tragedi 11 September turun tangan mengangkut para korban --baik yang masih hidup maupun sudah menjadi mayat-- dari reruntuhan gedung WTC.

Upacara di Ground Zeroa dihadiri oleh sejumlah politisi, termasuk Wakil Presiden Joe Biden dan walikota New York saat serangan ke WTC terjadi, Rudolph W. Giuliani.

Joe Biden dalam peringatan tersebut meletakkan karangan bunga di lokasi gedung WTC.

Peringatan serangan 11 September juga dilakukan di gedung Departemen Pertahanan AS, Pentagon, dihadiri oleh Presiden Barack Obama.

Obama dan Ibu Negara Michele Obama sebelumnya pada hari yang sama juga melakukan peringatan serupa di Gedung Putih.

Pada peringatan di Pentagon, Obama meletakkan karangan bunga sebagai penghormatan kepada arwah 184 orang yang tewas di kompleks Pentagon saat serangan 11 September.

"Mari kita ulangi lagi tekad kita untuk memerangi mereka yang melakukan aksi barbar ini dan merancang serangan terhadap kita," kata Obama di depan sekitar 500 anggota hadirin di Pentagon, termasuk keluarga para korban.

Tahun lalu, Obama mengikuti upacara peringatan tersebut di lokasi gedung WTC --saat ia masih menjadi kandidat presiden AS.

Leon Heyward, warga kulit hitam asal Bronx, New York, merupakan sosok yang secara resmi dinyatakan sebagai korban terakhir serangan 11 September.

Hewyard meninggal tahun lalu dalam usia 45 tahun.

Ia diketahui menderita penyakit `lymphoma`, setelah terkena asap dan debu dari reruntuhan gedung WTC.(*)

Pewarta:
Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2009