Jakarta (ANTARA News) - Alunan Gamelan Charoko Laras dengan lagu Gangsaran, Ayun-Ayun, Sluku-Sluku Batok dan Udan Mas mengalun  di tengah malam di museum antroplogi Madrid, pada acara El Noche en Blanco (malam putih), yang digelar Pemerintah Madrid, akhir pekan.

Grup  gamelan binaan KBRI Madrid menggelar pertunjukan sebanyak dua kali  dimulai tengah malam sampai dini hari, ujar Allen Simarmata Koordinator Fungsi Sosbudpen KBRI Madrid kepada Antara di Jakarta,Selasa.

Warga Madrid mendatangi tempat-tempat pertunjukan budaya untuk menyaksikan festival Noche en Blanco dan memadati museum antropologi Madrid di depan stasiun kereta api terbesar di Madrid, Atocha.

Selain menggelar pertunjukan gamelan, KBRI juga mengadakan pertunjukan tarian Indonesia yang dibawakan warga Indonesia di Madrid dan persembahan dari Group tari binaan KBRI Brussell yang diundang secara khusus memeriahkan Noche en Blanco.

Penonton disuguhkan tari panyembrama, tari pendet, tari cendrawasih, tari rantak, tari muli batangge. Tepuk tangan  dari 200 pengunjung yang memadati hall museum antropologi Madrid makin menggema saat penari binaan KBRI Brussell membawakan tari muli batanggai dengan gerakan lincah mengikuti iringan musik dengan busana tari yang menarik.

Duta Besar RI untuk Kerajaan Spanyol, Slamet Santoso Mustafa merasa bahagia dengan digelarnya pertunjukan budaya tersebut. "Ini merupakan penghargaan terhadap khasanah kekayaan seni dan budaya Indonesia, dengan mengundang Indonesia secara khusus untuk mengisi acara Noche en Blanco," kata Dubes Slamet.

"Saya juga merasa senang atas atensi dan apresiasi warga Madrid yang berbondong-bondong untuk menyaksikan pagelaran budaya tersebut, tempat duduk pertunjukan terisi penuh oleh penonton," ujarnya.

Grup Gamelan dan tari binaan KBRI Madrid ini juga akan menggelar acara senada pada acara Festival Asia di kota Barcelona, Kamis mendatang. (*)

Pewarta:
Editor: Aditia Maruli Radja
Copyright © ANTARA 2009