Cikarang, Bekasi (ANTARA News) - Kepadatan arus balik Lebaran pada H+4 atau Kamis malam (24/9), di sepanjang ruas jalan raya Kalimalang dan Terminal Bus Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, menurun bila dibandingkan H+3 atau Rabu (23/9) kemarin.

Pantauan ANTARA di jalan raya Kalimalang, Kecamatan Tambun Selatan, hingga pukul 21.00 WIB, sejumlah titik kepadatan lalu lintas seperti Simpang Tol Cibitung, Simpang Perumahan Legenda, dan Simpang Tugu Patriot, nampak dalam situasi lancar.

Jumlah kendaraan roda dua yang melintas dari arah jalur Pantai Utara (Pantura) di ruas jalan tersebut berdasarkan lampu lalu lintas per satu menit di simpang Tugu Patriot sekitar 100 hingga 200 kendaraan.

Jumlah tersebut mengalami penurunan sekitar 200 persen bila dibandingkan arus balik pada H+3 Lebaran kemarin yang mencapai 400 hingga 600 kendaraan per menit.

Sementara, situasi cuaca di sekitar wilayah Kota Bekasi berawan mendung disertai angin kencang.

Sementara itu situasi yang sama juga terjadi di Terminal Cikarang. Hingga pukul 18.00 WIB, jumlah penumpang mengalami penurunan sebesar 30 persen dari hari kemarin.

"Kemarin jumlahnya mencapai lebih dari 2.000 penumpang, tapi hingga sore ini hanya berkisar 80 sampai 500 orang. Sebab penumpang paling banyak turun dari kendaraan sebelum sampai terminal," ujar Kepala Terminal Cikarang, Ramdani Idris, di Cikarang, Kamis.

Ramdani menambahkan, puncak arus balik Lebaran terjadi pada H+3 kemarin, dan diprediksikan jumlahnya akan terus menurun pada hari-hari berikutnya.

Pantauan ANTARA di lokasi, dari total 50 armada bus yang disediakan di Terminal Cikarang, sekitar 20 persen diantaranya beroprasi, sementara sisanya tidak difungsikan dan terparkir di jalur trayek.

Setiap bus yang tiba di Terminal, rata-rata menurunkan 10 hingga 30 penumpang yang mayoritas berasal dari wilayah Jawa Barat dan Jawa Tengah.

"Saya sudah menjadwalkan tiba di Bekasi pada hari ini, karena mulai Senin besok saya sudah harus masuk kerja," ujar Yanuar Wibawa (33), karyawan PT LG, Kawasan Industri MM 2100. (*)

Pewarta:
Editor: Kunto Wibisono
Copyright © ANTARA 2009