Kementerian BUMN: Pemilihan komisaris dan direksi lewat "talent pool"

Kementerian BUMN: Pemilihan komisaris dan direksi lewat "talent pool"

Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga (kanan) menyampaikan paparan mengenai dukungan Kementerian BUMN untuk penanggulangan COVID-19 di Indonesia lewat sesi jumpa pers di Jakarta, Selasa (24/3/2020). ANTARA/Genta Tenri Mawangi.

Kita ada Deputi SDM, mereka kelola talent pool, nanti diajukan ke masing-masing Wamen (wakil menteri)
Jakarta (ANTARA) - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menyampaikan bahwa proses pemilihan komisaris dan direksi perusahaan negara dilakukan melalui pembuatan talent pool  (sekelompok orang bertalenta unggul) sebagai wadah untuk mencari sosok pemimpin BUMN yang mumpuni.

"Kita ada Deputi SDM, mereka kelola talent pool, nanti diajukan ke masing-masing Wamen (wakil menteri). Nanti dilihat, kalau perusahaan strategis, sampai ke presiden pemilihannya seperti Pertamina, PLN, perbankan," ujar Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga di Jakarta, Selasa.

Ia menyampaikan proses seleksi komisaris dan direksi melalui talent pool sudah dilakukan sejak era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Arya menambahkan proses seleksi jabatan penting di BUMN juga akan semakin terbuka bagi sosok dari luar lingkungan BUMN.

"Ke depannya, akan semakin terbuka dari luar, jadi kesempatan untuk dapatkan putera-puteri bangsa semakin terbuka lebar," ucapnya.

Sebelumnya, Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan pihaknya sedang mempelajari untuk memperbesar porsi talent pool sumber daya manusia di BUMN.

"Selama ini talent pool hanya 10 persen untuk bisa rekrut dari luar. Saya ingin merubah menjadi 30 persen dari luar. Supaya seru, ada persaingan sehat," katanya.

Ia juga mengatakan dalam pemilihan direksi, pihaknya juga berkonsultasi dengan kementerian terkait yang membidangi sektor bisnis BUMN. Misalnya, ia menjelaskan, dalam menentukan direksi BUMN Karya dirinya berkonsultasi dengan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basoeki Hadimoeljono.

"Kita libatkan juga menteri terkait bantu saya cek kerjaannya, benar atau tidak. Di perbankan, konsultasi dengan Menteri Keuangan," ucapnya.

Selain itu, lanjut dia, penunjukan direksi BUMN juga berdasarkan persepsi publik, baik pihak swasta, desa hingga perguruan tinggi.

Baca juga: Menteri Erick: Pemilihan direksi BUMN berdasarkan kebutuhan
Baca juga: Kementerian BUMN sebut perampingan direksi PTPN agar efisien
Baca juga: Erick Thohir diminta libatkan serikat pekerja saat rombak direksi BUMN
 

Pewarta: Zubi Mahrofi
Editor: Faisal Yunianto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Ombudsman surati Presiden untuk copot komisaris BUMN rangkap jabatan

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar