IDI sebut seluruh daerah di Aceh harus segera lakukan tes COVID-19

IDI sebut seluruh daerah di Aceh harus segera lakukan tes COVID-19

ARSIP FOTO - Petugas medis mengambil sampel warga saat pelaksanan tes swab massal yang digelar Pemerintah Kota Banda Aceh bersama Universitas Syiah Kuala di Banda Aceh, beberapa waktu lalu. (FOTO ANTARA/Khalis)

Saya pikir semua kabupaten/kota di Aceh harus mulai melakukan pemeriksaan, tes sebanyak mungkin. Katakan idealnya semua orang dites, tapi dari segi biaya enggak mungkin, makanya yang bisa mewakili sebanyak 0,5 sampai satu persen dari jumlah pendudukn
Banda Aceh (ANTARA) - Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Provinsi Aceh menyatakan sudah semestinya seluruh kabupaten/kota di Aceh untuk melakukan pemeriksaan COVID-19 terhadap 0,5 persen dari total penduduk, seiring terjadinya transmisi lokal kasus positif virus corona jenis baru penyebab COVID-19 di daerah berjuluk "Tanah Rencong" itu.

Ketua IDI Aceh dr Safrizal Rahman, Selasa, di Banda Aceh mengatakan provinsi paling barat Indonesia itu telah memiliki transmisi lokal, yang dibuktikan dengan penambahan lima kasus positif COVID-19 di Lhokseumawe dalam sehari.

"Saya pikir semua kabupaten/kota di Aceh harus mulai melakukan pemeriksaan, tes sebanyak mungkin. Katakan idealnya semua orang dites, tapi dari segi biaya enggak mungkin, makanya yang bisa mewakili sebanyak 0,5 sampai satu persen dari jumlah penduduknya," katanya.

Ia mengatakan pemeriksaan terkait COVID-19 dapat dilakukan dengan dua cara, yakni melalui tes cepat (rapid test) atau tes usap (swab test) dengan metode polymerase chain reaction (PCR).

Kata dia, secara teori dalam menghambat terjadinya penambahan kasus COVID-19 tersebut maka harus dilakukan pemeriksaan sebanyak-banyaknya, kemudian dilacak aktivitas sumber yang positif, serta diisolasi pasien yang telah terjangkit.

"Dan pemeriksaan ini harus diaktifkan, jangan sampai di Indonesia orang lain sudah berakhir COVID-19, kita di Aceh baru mulai," katanya, menjelaskan.

Safrizal menjelaskan usai penambahan lima orang tanpa gejala (OTG) yang terkonfirmasi positif virus mematikan tersebut, masyarakat Aceh diminta untuk tetap tenang serta menjalankan sebaik mungkin semua langkah protokol kesehatan COVID-19.

"Seperti menjaga jarak fisik, memakai masker. Itu adalah prinsipnya, jadi kita memang Indonesia sudah diharapkan melakukan normal baru, sehingga kita harus menjaga itu," kata Safrizal Rahman.

Secara kumulatif, Aceh mencatat sebanyak 27 kasus positif COVID-19 dengan rincian 19 orang telah sembuh, satu meninggal dunia, dan tujuh orang masih dalam penanganan petugas medis.

Baca juga: Positif COVID-19 di Aceh melonjak menjadi 27 kasus

Baca juga: IDI Aceh: Warga dari daerah terjangkit tak perlu cek kesehatan

Baca juga: IDI Aceh minta orang tua tak bawa anaknya liburan

Baca juga: IDI Aceh sebut Tanah Rencong akan cepat kondusif COVID-19

Pewarta: Khalis Surry
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Menikmati segarnya kelapa jelly

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar