20 tentara India tewas dalam bentrokan dengan pasukan China

20 tentara India tewas dalam bentrokan dengan pasukan China

Sejumlah aktivitas pembangunan terlihat di garis aktual perbatasan yang disengketakan antara China dan India dalam gambar satelit handout dari Danau Pangong milik Planet Labs yang diambil pada 27 Mei 2020. ANTARA FOTO/Planet Labs/Handout via REUTERS/wsj.

Korban jatuh di kedua belah pihak, seharusnya keadaan itu bisa dihindarkan kalau perjanjian pada tingkat lebih tinggi dipatuhi oleh pihak China
New Delhi/Srinagar (ANTARA) - Angkatan Darat India mengatakan, Selasa (16/6), 20 tentaranya tewas dalam bentrokan dengan pasukan China di sebuah perbatasan yang disengketakan.

Bentrokan itu merupakan peningkatan sangat buruk pada ketegangan yang telah berlangsung selama berminggu-minggu antara kedua raksasa Asia itu di Himalaya bagian barat.

Kementerian Luar Negeri China membenarkan bahwa pada Senin (15/6) terjadi "konfrontasi fisik yang disertai kekerasan" di wilayah perbatasan itu.

Kemlu China tidak menyebutkan soal korban, namun Kementerian Luar Negeri India mengatakan korban berjatuhan di kedua pihak.

Seorang sumber di pemerintahan India mengatakan tentara-tentara di lokasi bertempur dengan menggunakan tongkat-tongkat baja dan batu. Menurutnya, tidak ada tembakan yang dikeluarkan.

China dan India telah saling melemparkan tuduhan, soal siapa yang bersalah atas bentrokan tersebut pada Senin di padang salju Ladakh, usai para pejabat militer bertemu untuk menangani situasi.

Pada Senin malam, kata Angkatan Darat India mengatakan dalam pernyataan bahwa sekelompok tentara mulai bentrok di Lembah Galwan. Militer India itu menambahkan bahwa saat ini kedua pihak sudah dilerai.

"Korban jatuh di kedua belah pihak, seharusnya keadaan itu bisa dihindarkan kalau perjanjian pada tingkat lebih tinggi dipatuhi oleh pihak China," kata juru bicara Kemlu India Anurag Srivastava dalam pernyataan.

Juru bicara Kemlu China, Zhao Lijian, mengatakan ada pelanggaran serius terhadap konsensus yang dicapai kedua negara.

"Yang mengejutkan adalah bahwa pada 15 Juni, pihak India melakukan pelanggaran parah terhadap konsensus kita dan dua kali menerobos garis perbatasan, juga memprovokasi dan menyerang pasukan China, menyebabkan konfrontasi fisik yang keras antara kedua pasukan perbatasan," kata juru bicara Kemlu, Zhao kepada para wartawan di Beijing.

India mengatakan pihaknya beroperasi di wilayahnya di kawasan Garis Pengendali Sesungguhnya, yang merupakan perbatasan de facto.

Sejak awal Mei, ratusan tentara kedua negara saling berhadapan di tiga lokasi. Kedua pihak saling tuduh bahwa masing-masing menerobos perbatasan.

Jatuhnya korban jiwa merupakan yang pertama kali sejak kedua negara bertetangga itu terakhir kali terlibat pertikaian keras menyangkut perbatasan pada 1967.

Sumber: Reuters

Baca juga: Tentara India dan China bentrok di perbatasan, tiga tentara tewas

Baca juga: DPR minta China-India selesaikan konflik di Pangong Lake dengan dialog

Penerjemah: Tia Mutiasari
Editor: Fardah Assegaf
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Kemenkominfo lepas 18 penerima beasiswa S2 ke China dan India

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar