KKP: Distribusi benih unggul elemen penting produktivitas udang

KKP: Distribusi benih unggul elemen penting produktivitas udang

Dirjen Perikanan Budidaya KKP Slamet Soebjakto. ANTARA/HO-KKP

Pelaku usaha perikanan tidak perlu khawatir meskipun wabah COVID-19 tengah melanda dunia
Jakarta (ANTARA) - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyatakan distribusi benih unggul ke berbagai pembudidaya di beragam daerah merupakan salah satu elemen penting dalam rangka melesatkan kinerja produktivitas komoditas udang nasional.

"Kualitas dan kuantitas induk bermutu di masyarakat merupakan elemen penting sebagai pendukung peningkatan produksi perikanan budidaya, dalam hal ini khususnya produksi udang nasional," kata Dirjen Perikanan Budidaya KKP Slamet Soebjakto dalam siaran pers di Jakarta, Kamis.

KKP juga telah kembali menyerahkan 4.650 ekor calon induk udang vanamei kepada pembudidaya di Kabupaten Situbondo serta tiga ton pakan ikan mandiri kepada pembudidaya di Kabupaten Tuban.

Menurut dia, penyaluran bantuan calon induk ikan unggul kepada masyarakat merupakan langkah pemerintah untuk memastikan benih yang dihasilkan di unit pembenihan milik rakyat memiliki standar mutu yang tinggi.

"Berbagai stimulus ekonomi untuk menopang bisnis perudangan termasuk intervensi langsung dengan sasaran utama pembudidaya udang skala kecil," ucap Slamet.

Untuk tahun 2020, secara umum KKP mencanangkan target bantuan calon induk ikan sebanyak 172 ribu ekor yang diproyeksikan dapat menghasilkan benih sebanyak 553 juta ekor serta dapat berkontribusi terhadap peningkatan produksi perikanan sebanyak 25 ribu ton.

Bantuan calon induk ikan memiliki beberapa kriteria khusus yang harus dipenuhi seperti pembenihan rakyat tersebut perlu memiliki sertifikat Cara Pembenihan Ikan yang Baik (CPIB) dan memiliki sarana biosecurity dan memiliki struktur organisasi.

Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan menyatakan agar kalangan pengusaha perikanan di Tanah Air jangan mencemaskan pandemi karena dengan sinergi yang baik berbagai pemangku kepentingan, berbagai hal bisa diatasi.

"Pelaku usaha perikanan tidak perlu khawatir meskipun wabah COVID-19 tengah melanda dunia. Pemerintah hadir melalui KKP untuk bekerja bersama rakyat dengan cara menggandeng berbagai pihak untuk dapat bersama-sama menghadapinya," kata Menteri Edhy.

Menurut dia, permasalahan seperti pemasaran produk perikanan baik budidaya maupun tangkap telah dicarikan solusinya yakni dengan menggandeng Kementerian BUMN untuk menopang hasil produksi.

Melalui Perindo, Perinus maupun Kliring Berjangka, lanjutnya, hasil produksi perikanan diyakini dapat terserap, karena sudah disiapkan anggaran yang cukup banyak untuk mengatasi hal ini.

Menteri Edhy menegaskan bahwa melalui kolaborasi serta kerjasama, tidak ada yang tidak mungkin, program akan sukses. KKP siap pula membantu akses permodalan.

Ia menambahkan bahwa dirinya optimis Indonesia dapat segera bangkit melalui industri sektor kelautan dan perikanan yang menjadi andalan pada masa yang akan datang.

"Kami harap dapat memecahkan berbagai masalah yang ada di sektor kelautan dan perikanan serta membuat Indonesia menjadi pemenang dalam menghadapi pandemi COVID," papar Edhy.

Baca juga: Pemerintah berharap tambak udang bisa jadi andalan Provinsi Sulut
Baca juga: Menteri Edhy Prabowo ingin investor berdayakan petambak Parigi Moutong

Pewarta: M Razi Rahman
Editor: Ahmad Wijaya
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Teknologi semi intensif minimalkan kerugian petambak udang

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar