Aceh pantau gerhana matahari parsial ikuti protokol COVID-19

Aceh pantau gerhana matahari parsial ikuti protokol COVID-19

Foto Arsip - Bupati Simeulue Erly Hasyim (kiri) dan Kepala Kanwil Kemenag Aceh Daud Pekeh (kanan) menyaksikan gerhana matahari cincin menggunakan kacamata filter ND5 di Simeulue, Kamis (26/12/2019). (ANTARA/Khalis)

Untuk wilayah Indonesia akan terjadi gerhana matahari parsial
Banda Aceh (ANTARA) - Tim Falakiyah Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh akan melakukan pengamatan gerhana matahari parsial yang diperkirakan melintasi Aceh pada akhir pekan ini, dengan tetap mengikuti protokol kesehatan pencegahan COVID-19.

Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kemenag Aceh Saifuddin, Jumat, mengatakan pihaknya akan melakukan pengamatan fenomena alam itu secara tertutup, dengan kapasitas peserta yang terbatas di halaman Kanwil Kemenag Aceh.

"Bagi masyarakat yang ingin menyaksikan jalannya pemantauan gerhana parsial dapat mengakses langsung channel youtube Kanwil Kemenag Aceh," kata Saifuddin, di Banda Aceh.

Dia menjelaskan, fenomena gerhana matahari parsial juga dapat dilihat dengan mata telanjang menggunakan pengaman seperti filter ND5, kacamata gerhana dan kaca film.

Sedangkan Kemenag Aceh, lanjut dia, menyiapkan sebanyak lima teleskop yang akan digunakan dalam pengamatan fenomena alam tersebut seperti Vixen VC200L, Vixen ED 100 sf, Williams 80 serta dua unit Skywatcher E90.

Baca juga: Simeulue peringati 15 tahun tsunami bersama gerhana matahari cincin

Baca juga: Gerhana matahari cincin diamati BMKG di gedung tsunami


"Masyarakat harus memanfaatkan momen tersebut dengan memperbanyak zikir, istighfar dan shalat gerhana. Jangan kaitkan fenomena alam tersebut dengan hal-hal yang berbau mistis, bencana atau virus corona," katanya.

Sementara itu, Ahli Falakiyah Kanwil Kemenag Aceh Alfirdaus Putra menambahkan bahwa pada Minggu (21/6) mendatang, gerhana matahari parsial diperkirakan terlihat di seluruh wilayah di Indonesia.

Di Tanah Rencong, gerhana matahari parsial terlihat di mulai pukul 13.18.09 WIB, kemudian puncak parsial pada pukul 14.35.21 WIB, dan akhir gerhana parsial terjadi pukul 15.42.21 WIB.

Menurut dia, gerhana matahari parsial akan terjadi selama dua jam 24 menit dengan besaran piringan bulan yang akan menutupi matahari 12 persen.

"Untuk wilayah Indonesia akan terjadi gerhana matahari parsial atau gerhana matahari sebagian, tetapi untuk wilayah Afrika bagian utara, Asia Barat dan Asia Tengah akan dilewati oleh gerhana matahari cincin seperti yang pernah terjadi di pulau Simeulue 26 Desember tahun lalu," katanya.

Baca juga: Mengapa gerhana matahari cincin terjadi? Kapan?

Pewarta: Khalis Surry
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2020

BKSDA Lhokseumawe amankan siamang

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar