Jakarta (ANTARA News) - Gedung Komisi Yudisial yang terletak di Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, Jumat, akan didatangi kelompok pengunjuk rasa yang menamakan diri mereka Front Rakyat Anti Hakim Busuk.

Menurut informasi dari Traffic Management Center (TMC) Polda Metro Jaya di Jakarta, Jumat pagi, aksi tersebut diagendakan berlangsung sejak pukul 13:00 WIB hingga pukul 15:00 WIB.

Para pendemo akan menyampaikan tuntutan antara lain agar Komisi Yudisial bisa menindak dan mendorong diberikannya sanksi yang tegas kepada para "hakim nakal".

Sebelumnya, LSM Indonesia Corruption Watch (ICW) pada 19 Agustus telah melaporkan sebanyak 221 hakim karier ke Komisi Yudisial (KY) karena para hakim itu pernah menjatuhkan vonis bebas kepada terdakwa kasus korupsi.

"221 hakim karier yang memvonis bebas kasus korupsi berasal dari 57 Pengadilan Negeri (PN), tiga Pengadilan Tinggi (PT), dan juga dari Mahkamah Agung (MA)," kata Koordinator Divisi Monitoring Hukum ICW, Ilian Deta Arta Sari.

ICW menyadari bahwa hakim yang menjatuhkan vonis bebas tidak dapat langsung di "cap" menjadi bagian dari Mafia Peradilan. Namun, LSM antikorupsi tersebut menilai perdebatan tentang hal itu menjadi relevan bila satu persatu putusan hakim tersebut ditelaah secara lebih mendalam.

Berdasarkan temuan ICW yang memantau sejumlah persidangan kasus korupsi di Tanah Air dari tahun 2005 sampai Juli 2009, setidaknya terdapat 1.643 terdakwa kasus korupsi yang terpantau di berbagai tingkat proses peradilan di Pengadilan Umum.

Dari jumlah 1.643 terdakwa tersebut, 812 diantaranya menikmati vonis bebas/lepas, dan sebagian besar lainnya mendapatkan vonis ringan dan bahkan vonis percobaan termasuk hukuman di bawah satu tahun.

Selain aksi di depan Gedung KY, terdapat pula unjuk rasa lainnya oleh Forum Anti Buddha Bar di dua tempat, yaitu di depan Kementerian Budaya dan Pariwisata di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakpus, dan di depan Kantor Dinas Pariwisata DKI di Jalan Kuningan Barat, Jakarta Selatan, pukul 13:30 WIB.

Di samping aksi demonstrasi, terdapat pula dua aksi simpatik di salah satu jalan protokol ibukota yaitu di ruas Sudirman-Thamrin.

Pertama, Aksi Simpatik Kampanye Batik Indonesia dilakukan Yayasan Puteri Indonesia di depan Hotel Nikko di Jalan MH Thamrin, Jakpus, pada sekitar pukul 11:00 WIB.

Sedangkan Aksi Simpatik Solidaritas Gempa Indonesia dilaksanakan Dompet Dhuafa Indonesia di kawasan Bundaran Senayan di Jalan Sudirman, Jaksel, sejak pukl 16:00 WIB hingga pukul 17:00 WIB.(*)

Pewarta:
Editor: Kunto Wibisono
Copyright © ANTARA 2009