China peringatkan Taiwan soal tawaran bantuan bagi Hong Kong

China peringatkan Taiwan soal tawaran bantuan bagi Hong Kong

Pengunjuk rasa anti pemerintah membawa bendera nasional Taiwan saat aksi demo pada peringatan Hari Nasional Taiwan di kota Pelabuhan di distrik Tsim Sha Tsui, di Hong Kong, China, Kamis (10/10/2019). ANTARA FOTO/REUTERS/Athit Perawongmetha/AWW/djo

Menyiapkan tempat bernaung serta bersedia menampung para perusuh dan elemen yang menyebabkan keributan di Hong Kong hanya akan membawa ancaman bagi rakyat Taiwan,
Beijing (ANTARA) - Pemerintah China menyebut bahwa menawarkan bantuan bagi "perusuh" Hong Kong hanya akan mengancam  rakyat Taiwan, dan hal itu merupakan bentuk intervensi terhadap urusan internal Hong Kong.

Dalam sebuah keterangan yang dikeluarkan Jumat (19/6) malam, Kantor Pemerintah China untuk Urusan Taiwan menyebut rencana pemerintah Taiwan--yang disebut oleh pihak China dengan istilah "otoritas Partai Demokratik Progresif"--adalah rancangan politis untuk ikut campur dalam persoalan Hong Kong dan menyabotase stabilitas serta kemakmurannya.

"Menyiapkan tempat bernaung serta bersedia menampung para perusuh dan elemen yang menyebabkan keributan di Hong Kong hanya akan membawa ancaman bagi rakyat Taiwan," dikutip dari keterangan itu.

Baca juga: Jet tempur China mendekat ke Taiwan, tingkatkan ketegangan relasi
Baca juga: China kutuk penerbangan militer AS yang 'provokatif' di atas Taiwan


Pihak China menambahkan bahwa rencana mengadvokasi kemerdekaan untuk Hong Kong dan Taiwan juga hanya akan memunculkan masalah untuk prinsip "satu negara, dua sistem", yang mana upaya pemisahan bangsa disebut tidak akan pernah berhasil.

Kamis (18/6) lalu, Taiwan menyatakan siap mendirikan kantor khusus untuk membantu warga Hong Kong yang ingin pergi meninggalkan wilayah itu mengingat pemerintah pusat China semakin menguatkan cengkeramannya  terhadap Hong Kong, termasuk dengan merancang undang-undang keamanan nasional yang baru.

Kantor khusus itu rencananya mulai beroperasi pada 1 Juli, bertepatan dengan tanggal peringatan penyerahan kembali Hong Kong dari Inggris kepada China pada 1997 lalu--yang dijanjikan akan menganut kebebasan di bawah prinsip "satu negara, dua sistem."

Pemimpin Taiwan Tsai Ing-wen pada bulan lalu menjadi pimpinan pemerintahan yang pertama kali berjanji membantu rakyat Hong Kong yang meninggalkan kota itu dengan situasi terkini di bawah pemerintahan pusat China.

Sementara China sendiri membantah pihaknya menekan kebebasan Hong Kong dan mengatakan bahwa pengesahan undang-undang keamanan nasional justru diperlukan demi kebaikan Hong Kong.

Sumber: Reuters
​​​​​​​
Baca juga: China mungkin akan serang Taiwan untuk hentikan kemerdekaan
Baca juga: Kapal perang AS bersiaga dekat Taiwan jelang pelantikan Tsai Ing-wen

Penerjemah: Suwanti
Editor: Mulyo Sunyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Menjelajahi uniknya hutan batu di objek wisata Taman Moshi, China

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar