Peshawar, Pakistan (ANTARA News/AFP) - Militer Pakistan Rabu mengatakan bahwa pihaknya menewaskan seorang pembantu penting komandan Taliban Maulana Fazlullah, sementara mereka terus mengejar para pemimpin kelompok itu di lembah Swat, Pakistan barat laut.

Nisar Ahmed, juga dikenal sebagai Ghazi Baba, salah seorang dari 15 komandan gerilyawan di Swat, kepalanya dihargai 10 juta rupee (120.000 dolar) oleh pihak berwenang Mei lalu, tewas dalam pertempuran dekat kota utama lembah itu, Rabu, kata militer.

"Setelah ada informasi dari informan, pasukan mengepung rumah Nisar Ahmed untuk menangkap dia tetapi ia melawan dan menembaki pasukan," kata Mayor Mushtaq Khan, juru bicara Pusat Media Swat yang ditangani militer.

"Dalam serangan balasan , Nisar Ahmed tewas dan putranya ditahan," katanya kepada AFP dan menambahkan tidak ada tentara yang cedera dalam baku tembak itu.

Seorang pejabat keamanan lainnya yang berpangkalan di daerah itu mengatakan operasi menjelang Rabu pagi itu dilakukan di kota Matta, sekitar 25km barat laut Mingora, kota utama di lembah Swat yang dikenal memiliki panorama indah dan disenangi para wisatawan.

Taliban Swat tidak segera bisa dihubungi untuk diminta konfirmasi tentang kematian itu-- juru bicara mereka Muslim Khan ditahan polisi-- tetapi penduduk di Matta mengemukakan kepada AFP melalui telepon mereka melihat mayat Baba.

"Kami melihat jenazah dia. Mayat itu kemudian dibawa pasukan keamanan," kata seorang penduduk yang tidak bersedia namanya disebutkan khawatir akan pembalasan pihak gerilyawan.

Daerah itu berada diluar kekuasaan pemerintah setelah ulama garis keras Fazlullah bangkit mengangkat senjata Juli 2007, yang memimpin ribuan pengikutnya membunuh musuh mereka , membakar sekolah dan berjuang untuk memberlakukan hukum Islam.

Fazlullah tetap bebas berkeliaran dengan kepalanya dihadiahkan 50 juta rupee (600.000 dolar). September lalu , militer menahan empat pembantu dekatnya dalam satu operasi pembersihan setelah militer menyerang untuk mengusir gerilyawan Taliban dari lembah itu.

Pakistan melancarkan serangan udara dan darat setelah para gerilyawan meninggalkan Swat dan bergerak sekitar 100 km mendekati ibukota Islamabad April lalu.

Militer mengatakan daerah itu akan dibersihkan dan sebagian besar dari dua juta orangg yan meninggalkan rumah-rumah mereka telah pulang, tetapi aksi kekerasan terus berlangsung, sementara ada kekhawatiran Talian Swat menghimpun kembali kekuatan mereka di daerah-daerah barat laut.

Militer Pakistan kini mempertimbangkan satu serangan serupa di daerah suku semi otonomi di sepanjang perbatasan Afghanistan, pangkalan Taliban Pakistan dan juga tempat persembunyian para pejuang Al Qaida. Jet-jet tempur menggempur daerah itu menewaskan enam gerilyawan di daerah suku Waziristan Selatan, Selasa dan pasukan berkumpul di daerah itu, tetapi militer tidak mengungkapkan kapan serangan berskala penuh akan dimulai.

Pemerintah menyalahkan kelompok Pakistan Tehreek-e-Taliban (TTP) yang berpangkalan di Waziristan Utara dan Selatan atas sebagian besar bom bunuh diri dan serangan yang menewaskan lebih dari 2.140 orang di seluruh Pakistan dalam dua tahun belakangan ini.

TTP mengaku bertanggungjawab atas serangan bom bunuh diri yang menewaskan empat warga Pakistan dan seorang warga Irak, Senin di markas besar Program Pangan Dunia PBB di Islamabad, serangan terburuk di ibukota itu dalam beberapa bulan terakhir ini.
(*)

Pewarta:
Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2009