Formula 1

Chase Carey donasikan 1 juta dolar untuk mendorong keberagaman di F1

Chase Carey donasikan 1 juta dolar untuk mendorong keberagaman di F1

CEO Formula One Chase Carey menjawab pertanyaan wartawan dalam jumpa pers di Melbourne Grand Prix Circuit, Melbourne, Australia, Jumat (13/3/2020). Laga balap F1 Grand Prix Australia resmi dibatalkan setelah anggota tim McLaren dikonfirmasi positif terjangkit COVID-19. ANTARAFOTO/REUTERS/Tracey Nearmy/foc.

Jakarta (ANTARA) - CEO Formula One Group Chase Carey menyumbangkan satu juta dolar AS untuk pembangunan yayasan yang menjadi bagian dari inisiatif F1 mempromosikan keberagaman di olahraga balap mobil kursi tunggal itu.

Laman resmi F1 pada Kamis menyatakan yayasan tersebut nantinya akan memberi kesempatan kepada kelompok-kelompok yang kurang terwakili untuk magang di F1, mengembangkan potensi mereka dan tak menutup kemungkinan bisa berkarier di sana.

"Kami sepenuhnya sadar jika Formula 1 perlu lebih inklusif dan beragam. Di saat kami menetapkan strategi kami tahun lalu untuk meningkatkan posisi olahraga kami, kami perlu, dan ingin, melakukan yang lebih," kata Carey.

"Ini lah kenapa kami akan mendirikan gugus tugas untuk mendengarkan dan memastikan inisiatif yang benar diketahui untuk meningkatkan keberagaman di Formula 1.

"Kami ingin memastikan jika kami memberi semua masyarakat dari segala latar belakang kesempatan terbaik untuk bekerja di Formula 1 apapun gendernya, etnis, orientasi seksual, atau kemampuan fisik."

Baca juga: F1 luncurkan insiatif perangi COVID-19, rasisme, dan inekualitas
Baca juga: Lewis Hamilton ikut aksi damai "Black Lives Matter" di London


Formula 1, di restart musimnya yang tertunda nanti, akan meluncurkan inisiatif bertajuk #WeRaceAsOne, yang bertujuan untuk memerangi masalah terbesar di dunia olahraga dan masyarakat global saat ini yaitu COVID-19 serta rasisme dan inekualitas.

Lewis Hamilton, satu-satunya pebalap berkulit hitam di F1 sekaligus juara dunia, menjadi salah satu yang vokal menyuarakan pendapatnya terkait kurang beragamnya olahraga yang ia jalani.

Sang pebalap asal Inggris Raya itu juga sebelumnya mempertanyakan sikap awal F1 yang diam, di saat dunia olahraga mengutuk insiden pembunuhan George Floyd, pria kulit hitam AS yang tewas di Minneapolis akibat kebrutalan polisi setempat bulan lalu.

"Aku terbiasa menjadi satu dari sedikit orang (kulit) berwarna di tim, dan lebih dari itu, aku terbiasa dengan ide jika tak akan ada yang bersuara untukku jika aku menghadapi rasisme, karena tak ada yang secara pribadi merasakan atau memahami perasaanku," kata Hamilton.

Pebalap tim Mercedes yang sedang mengincar gelar juara dunia ketujuhnya itu juga telah meluncurkan The Hamilton Commission, suatu kemitraan penelitian yang bertujuan untuk mempromosikan keberagaman di dunia motorsport.

Komisi yang diluncurkan Hamilton itu, bermitra dengan Royal Academy of Engineering, akan didedikasikan untuk membuat dunia motorsport sebagai wadah untuk lebih melibatkan anak muda kulit hitam dengan sains, teknologi, ilmu teknik dan matematika dan pada akhirnya bisa memperkerjakan mereka sebagai kru tim atau di sektor engineering lainnya.

Baca juga: Ricciardo terbuka matanya soal rasisme menyusul komentar Hamilton
Baca juga: Formula 1 resmi umumkan delapan seri awal kalender revisi 2020
Baca juga: Vettel: Mugello layak untuk Grand Prix Formula 1

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Irwan Suhirwandi
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar