New York City potong anggaran polisi untuk pangkas pengeluaran

New York City potong anggaran polisi untuk pangkas pengeluaran

Sebuah kamera yang dilekatkan ke pakaian polisi terlihat saat konferensi pers program percontohan yang melibatkan 60 polisi New York yang dijuluki 'Kakak Laki-Laki' di akademi polisi Departemen Kepolisian New York (NYPD) di Queens, New York, Amerika Serikat, Rabu (3/12). (REUTERS/Shannon Stapleton )

Sudah waktunya untuk melakukan reformasi, untuk berpikir secara mendalam tentang di mana polisi kita harus berada di masa depan,
New York (ANTARA) - Wali kota Kota New York, Bill de Blasio, telah setuju dengan Dewan Kota untuk memangkas pengeluaran Departemen Kepolisian New York dalam anggaran tahun fiskal 2021, yang akan disahkan pada hari Selasa waktu setempat.

Namun, beberapa anggota parlemen mengatakan bahwa pemotongan anggaran polisi itu kurang dari tuntutan yang mereka ajukan sebesar 1 miliar dolar Amerika Serikat (sekitar Rp14,5 triliun).

Hampir 484 juta dolar AS (Rp7 triliun) akan dipotong dari anggaran Departemen Kepolisian New York, sementara 354 juta dolar AS (Rp5 triliun)  lainnya akan ditransfer ke departemen kota lainnya.

Wali kota mengalihkan pengawasan petugas keselamatan sekolah dari Departemen Kepolisian New York ke Departemen Pendidikan, kata Dewan Kota.

Baca juga: Nama Stan Lee akan digunakan sebagai jalan di New York City
Baca juga: New York pasang 1.500 pengaman di ruang publik


Ketua Dewan Kota Corey Johnson membantah bahwa 1 miliar dolar AS sedang "dialihkan" dari anggaran Departemen Kepolisian New York.

"Ini bukan satu miliar dolar, dan saya tidak akan berpura-pura," katanya kepada wartawan, Selasa, dengan mengatakan wali kota dan beberapa anggota parlemen telah menolak untuk melakukan pengurangan signifikan dalam jumlah polisi. "Sangat penting untuk jujur."

Negosiasi anggaran dibentuk oleh dua krisis yang telah mengguncang kota.

Pandemi virus corona menciptakan kekurangan 9 miliar dolar AS dalam pendapatan, yang menyebabkan pemotongan signifikan di seluruh departemen kota New York.

Wali kota memberikan peringatan bahwa ia mungkin dapat memberhentikan 22.000 pekerja.

Protes nasional selama satu bulan terhadap kekerasan polisi memberi beban politik baru kepada departemen kepolisian.

Ribuan pengunjuk rasa mulai berkemah di luar Balai Kota pekan lalu, menuntut 1 miliar dolar AS agar dialihkan dari Departemen Kepolisian New York ke komunitas dan layanan sosial lainnya.

"Sudah waktunya untuk melakukan reformasi, untuk berpikir secara mendalam tentang di mana polisi kita harus berada di masa depan," kata de Blasio kepada wartawan, Selasa.

Anggaran operasional Departemen Kepolisian New York sebesar 6 miliar dolar AS akan dipotong sebagian melalui pembatalan kelas Juli bagi lebih dari 1.000 anggota baru, meskipun kelas lain masih akan terus berjalan seperti yang direncanakan pada bulan Oktober.

Dewan Kota mengatakan sebagian besar dari pemotongan akan dilakukan untuk mengurangi upah lembur sebesar 352 juta dolar AS.

Komunitas Bersatu untuk Reformasi Polisi, sebuah koalisi dari 200 kelompok masyarakat yang awalnya menyerukan pemotongan 1 miliar dolar AS untuk anggaran Departemen Kepolisian New York mengatakan tuntutan mereka masih belum dipenuhi.

"Wali kota de Blasio dan Pembicara Johnson menggunakan trik anggaran untuk mencoba menyesatkan warga New York," kata Anthonine Pierre, juru bicara koalisi, dalam sebuah pernyataan.
"Memindahkan polisi dari Departemen Kepolisian New York ke departemen lain tidak mengurangi kekerasan polisi."

Total anggaran kota mencapai 88,1 miliar dolar AS, kata de Blasio, turun dari 95,3 miliar dolar AS yang ia usulkan pada awal tahun.

Baca juga: Puluhan warga Washington minta dewan kota kurangi anggaran kepolisian
Baca juga: Delapan tewas dalam "aksi teror" di New York

Penerjemah: Azis Kurmala
Editor: Mulyo Sunyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar