Pesisir Selatan, Sumbar (ANTARA News) - Polisi mengintensifkan penyidikan kasus
meninggalnya Desi (18), warga Sei Tawar, Kecamatan Koto XI Tarusan, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatra Barat, yang diduga keracunan susu bantuan bagi korban gempa.

"Penyidikan kasus dugaan ini terus diintensifkan, dan secara tidak langsung dijadikan prioritas," kata Waka Polres Pesisir Selatan, Kompol Sutoyo, kepada ANTARA di Painan, Jumat.

Apalagi, katanya, terjadi di saat masyarakat Sumbar tengah dirundung duka mendalam akibat bencana gempa.

"Targetnya, kita dapat mengetahui jenis racun penyebab kematian korban, apakah dari susu bantuan atau bukan," katanya.

Sementara menunggu hasil penelitian dari BPOM Padang (sample susu yang diduga beracun dikirim Selasa 20 Oktober 2009, red), penyidik terus menghimpun keterangan dari beberapa saksi asal keluarga korban.

"Titik terang penyebabnya bakal diketahui setelah keluarnya hasil penelitian BPOM, dan diperkirakan dikirimkan ke kita (penyidik, red) pada Minggu depan," katanya.

Desi (18), warga Sei Tawar Kecamatan Koto XI Tarusan tewas keracunan setelah minum susu bantuan gempa pada Senin 19 Oktober 2009.

Dugaan penyebab awal, korban menenggak (minum, red) segelas susu bantuan gempa pukul 15.30 WIB, tak lama langsung kejang-kejang dan tak sadarkan diri.

Pihak keluarga melarikan korban ke Puskesmas terdekat, karena kondisi kian parah akhirnya dirujuk ke RSU M Zein Painan, tetapi sekitar pukul 16.30 WIB, nyawanya tak tertolong.

Sementara itu, pihak RSU M Zein Painan justru meragukan penyebab kematian gadis muda ini (Desi, red) karena susu bantuan bencana gempa.

"Korban memang keracunan, tetapi tidak masuk akal kalau dikaitkan dengan susu yang diminum," kata Kepala RSU M Zein Painan Hasmi PS, Selasa lalu.

Karena, rentang waktu antara minum susu dan meninggalnya korban sangat singkat, sekitar satu jam.

"Kuat dugaan, korban terminum bahan beracun lain terlebih dahulu, sebelum menenggak segelas susu bantuan bencana gempa," katanya.
(*)

Pewarta:
Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2009