Pangkalpinang (ANTARA News) - Feri Tondo Nuhroho (32), pedagang di Pangkalpinang, Bangka Belitung, menjadi korban penipuan melalui dihipnotis di ruang mesin anjungan tunai mandiri (ATM) sehingga korban menderita kerugian hingga Rp80 juta.

Pedagang barang-barang elektronik itu Jumat mengatakan, penipuan itu berawal ketika pelaku yang mengaku bernama Satria, mau membeli rumah yang ditawarkannya dan berniat akan membayar uang muka.

"Setelah terjadi pembicaraan, pelaku meminta saya untuk pergi ke ATM terdekat untuk mengecek apakah uang muka yang sudah ditransfer sudah masuk ke rekening saya," ujar Feri, warga Perum Pondok Indah Melati Kelurahan Air Itam Kecamatan Bukit Intan itu.

Ia mengaku, pada saat kejadian itu dia merasa seperti dihipnotis, sehingga menuruti semua apa yang dikatakan pelaku.

"Saya seperti dihipnotis dan menurut semua apa yang dikatakan pelaku yang meminta saya untuk menekan tombol di ATM," katanya.

Ia mengatakan, tombol yang ia tekan ternyata tombol fasilitas transfer uang ke rekening lain.

"Begitu saya sadar ternyata tombol yang saya tekan untuk jasa transfer uang ke rekening lain dan saya lihat saldo bank saya sebesar Rp80 juta sudah habis," katanya.

Sementara itu Kasat Reskrim Polresta Pangkalpinang, AKP Eko Novan Prasetyo, seizin Kapolresta Pangkalpinang AKBP Yusuf Suprapto membenarkan adanya penipuan dengan modus lewat ATM bank.

"Korban mengaku telah ditipu lewat ATM bank dan mengalami kerugian sebesar Rp80 juta, saat ini pelaku penipuan masih dalam pengejaran petugas," katanya.
(*)

Pewarta:
Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2009