Warga bantaran keluhkan limbah BKT yang beterbangan

Warga bantaran keluhkan limbah BKT yang beterbangan

Limbah busa kembali muncul di pintu air Sungai Banjir Kanal Timur, Ujung Menteng, Jakarta Timur, Sabtu (4/7/2020) sore. Warga bantaran mengeluhkan busa dari limbah deterjen yang berterbangan. (ANTARA/Andi Firdaus).

hingga Sabtu sore situasi itu belum juga reda.
Jakarta (ANTARA) - Warga di sekitar bantaran Sungai Banjir Kanal Timur, Ujung Menteng, Jakarta Timur, mengeluhkan busa limbah yang beterbangan ke rumah mereka.

"Busanya bau. Terus hampir setiap hari ada saja yang terbang ke teras rumah," kata warga RT04 RW04 Ujung Menteng, Fatimah (42), di Jakarta, Sabtu.

Kemunculan busa serupa salju di aliran BKT dilaporkan terjadi sejak Sabtu (27/6), namun hingga Sabtu sore situasi itu belum juga reda.

Busa tersebut hanya muncul di pintu air, lalu terbawa arus. Bahkan pantauan di lokasi busa semakin meluas hingga pintu air Malaka Sari dan Kebon Nanas, Jakarta Timur.

Baca juga: Warga Jakarta menikmati pemandangan limbah serupa salju di BKT

"Busa ini  sudah ada semingguan di sini. Kadang ada, kadang hanyut," katanya warga lainnya Talita (25).

Pedagang tahu goreng di bantaran BKT itu juga kerap menyaksikan busa dari sungai beterbangan.

"Kalau ada angin kencang aja, busanya kebawa, terus nempel ke mana-mana," katanya.

Baca juga: Busa di Sungai BKT karena limbah detergen rumah tangga

Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Andono Warih mengatakan, gumpalan busa putih terjadi karena endapan detergen limbah rumah tangga yang terangkat turbulensi arus.

"Fenomena turbulensi aliran akibat ketinggian yang berbeda dari sisi yang berlawanan dan dipicu oleh penutupan Pintu Air Weir 1 Malaka Sari," katanya di Jakarta, Minggu (28/6).

Baca juga: Pakar sebut detergen salah satu sumber pencemaran sungai di Jakarta

Busa itu muncul di sekitar Pintu Air BKT WEIR - 1 Malaka Sari, Kelurahan Malaka Sari, Duren Sawit.

Pewarta: Andi Firdaus
Editor: Ganet Dirgantara
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Pelanggar PSBB di Terminal Kampung Melayu disanksi denda hingga push up

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar