RI-India tanda tangani MoU Kerja Sama Keselamatan dan Keamanan Maritim

RI-India tanda tangani MoU Kerja Sama Keselamatan dan Keamanan Maritim

Teleprensensi penandatanganan Nota Kesepahaman tentang Kerja Sama bidang Keselamatan dan Keamanan Maritim antara Bakamla RI dan Penjaga Pantai India (ICG) pada Senin (6/7/2020). (ANTARA/Handout-Kedubes India di Jakarta)

Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Indonesia dan India melalui dua agen profesionalnya -- Bakamla dan Penjaga Pantai India (ICG) -- menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) tentang Kerja Sama di bidang Keselamatan dan Keamanan Maritim.

Penandatanganan nota kesepahaman tersebut dilakukan melalui telepresensi, menurut keterangan tertulis dari Kedutaan Besar India di Jakarta, Selasa.

Pemerintah India dengan senang hati mencatat bahwa terlepas dari keterbatasan perjalanan dan pertemuan fisik selama pandemi COVID-19, ICG dan Bakamla telah mencapai tingkat kerja sama dan mekanisme kerja yang menghasilkan nota kesepahaman Kerja Sama di bidang Keselamatan dan Keamanan Maritim, kata Kedubes India dalam sebuah pernyataan.

India dan Indonesia secara historis terhubung melalui Samudra Hindia dan telah menjadi tekad kedua negara untuk memastikan jalur laut yang aman dan terlindungi bagi semua pelaut di kawasan Samudra Hindia.

Hal itu pun diabadikan dalam visi Perdana Menteri Narendra Modi tentang "Security and Growth for All in the Region (SAGAR), yaitu Keamanan dan Pertumbuhan untuk Semua di Kawasan Samudra Hindia.

Hubungan India dan Indonesia ditingkatkan menjadi Kemitraan Strategis Komprehensif pada Mei 2018 selama kunjungan PM Modi ke Indonesia.

Fokus kedua negara pada keamanan maritim ditegaskan kembali dengan Visi Bersama Kerja sama Maritim India-Indonesia di Indo-Pasifik.

Visi itu selanjutnya juga diwujudkan melalui langkah logis dari MoU tentang Kerja Sama Keselamatan dan Keamanan Maritim antara penjaga pantai kedua negara -- Bakamla dan ICG.

"Sebagai tetangga maritim, yang percaya kepada Tindakan Berbasis Aturan dan menjunjung tinggi prinsip Konvensi PBB tentang Hukum Laut (UNCLOS) 1982, kami percaya bahwa MoU ini akan memperkuat kerja sama kita dengan menambah mekanisme pertukaran informasi kita," kata pernyataan dari Kedubes India.

Nota kesepahaman tersebut kemudian akan menjadi dasar untuk mengendalikan dan menanggapi insiden pembajakan, penyelundupan, perdagangan narkoba, migrasi ilegal dan kejahatan maritim lainnya yang akan membawa keselamatan dan keamanan serta menghasilkan perlindungan terhadap lingkungan di kawasan Samudra Hindia.

MoU itu juga diharapkan dapat menyediakan jalan untuk meningkatkan kemampuan interoperabilitas kedua negara dan melakukan pencarian dan penyelamatan bersama saat dibutuhkan.

"Kami juga percaya bahwa terdapat ruang lingkup kerja sama dalam upaya menuju pengembangan kapasitas dan berharap untuk bekerja sama dengan semua pemangku kepentingan untuk kerja sama di bidang lain yang menjadi kepentingan bersama," kata pernyataan Kedubes India.

Baca juga: RI-India sepakat majukan konektivitas Aceh-Kepulauan Andaman, Nicobar
Baca juga: Indonesia-India bahas isu ekonomi dan maritim
Baca juga: Indonesia-India perkuat kerja sama maritim hingga ekonomi

Pewarta: Yuni Arisandy Sinaga
Editor: Atman Ahdiat
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar