Sukabumi (ANTARA News) - Ratusan peternak Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, dari Himpunan Peternak Unggas Lokal Indonesia (Himpuli) kecewa terhadap intervensi Ketua DPR Marzuki Alie yang membatalkan rapat kerja Komisi IX dengan Menkes Endang Rahayu Sedyaningsih, Rabu (28/10) lalu.

"Kami kecewa dan menyesalkan tindakan Ketua DPR yang telah membatalkan rapat kerja Komisi IX dengan Menkes karena sebenarnya rapat itu bisa mengungkap fakta pengambilan sampel darah peternak," kata Ketua Himpuli Ade M Zulkarnain kepada wartawan di Sukabumi, Kamis.

Ia menduga upaya yang dilakukan Marzuki Alie untuk melindungi Menkes dari rencana pengungkapan fakta pengambilan sampel darah dari 300 peternak asal Kabupaten Sukabumi pada 2007.

Meski Ketua DPR mengintervensi, Himpuli akan tetap menyuarakan masalah pengambilan sampel darah yang tidak jelas peruntukkannya.

"Kalau tidak ada tanggapan, maka kami akan mengajukan gugatan terkait masalah ini," katanya.

Peternak berencana mengadu ke DPR untuk meminta pertanggungjawaban Menkes terkait pengambilan sampel darah mereka.

Menkes yang sebelumnya menjabat Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan (Puslitbang) Bio Medis dan Farmasi, Departemen Kesehatan (Depkes) pernah mengambil sampel darah para peternak di tiga Kecamatan di Kabupaten Sukabumi, yakni Kecamatan Cicurug, Cikembar dan Kebonpedes pada 2007.

"Pengambilan sampel darah tersebut dilakukan karena pada tahun 2005 di daerah tersebut terdapat unggas yang positif flu burung," katanya.

Menurut dia, proses pengambilan sampel darah yang dilakukan tanggal 25 Januari 2007 tersebut melibatkan dua orang warga asing dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan berkewarganegaraan Belanda.

Selepas diambil sampel darah, warga sama sekali tidak memperoleh hasil pemeriksaan, sehingga membuat tanda tanya di kalangan peternak.

"Apalagi selama 18 bulan lembaga yang dipimpin Endang tidak memberikan jawaban yang diajukan para peternak. Kami mengajukan surat kepada Menkes Siti Fadilah Supari tanggal 18 Agustus 2008," jelas Ade.

Dalam surat itu, kata dia, para peternak meminta transparansi hasil pengambilan sampel dan Menkes Siti Fadilah Supari dalam jangka waktu sepuluh hari mengirimkan tim ke para peternak di Sukabumi.

Menurut dia, petugas itu memberitahukan hasil pemeriksaannya negatif flu burung, tetapi saat ditanya dibawa ke mana hasil sampelnya, salah seorang pejabat Puslitbang Bio Medis dan Farmasi menyatakan ada yang dibawa hingga ke Atlanta, Amerika Serikat.

Ade sendiri memperkirakan hasil penelitian tersebut ada yang dibawa Menkes Endang hingga ke Hanoi dan masalah itu sama sekali tidak memberitahukan kepada para peternak.

Ia menduga pengambilan sampel darah dalam rangka pembuatan serum kekebalan flu burung terhadap manusia, tetapi sayang, selaku Pimpinan Puslitbang ketika itu, Endang tidak memberitahukan hasil penelitian secara transparan kepada para peternak. (*)

Pewarta:
Editor: Jafar M Sidik
Copyright © ANTARA 2009