Aksi bakar ban ramaikan demonstrasi tolak reklamasi Ancol

Aksi bakar ban ramaikan demonstrasi tolak reklamasi Ancol

Massa yang tergabung dalam Gerakan Nasional Tolak Reklamasi (Gentar) Jakarta menggelar aksi unjuk rasa di depan Balai Kota, Jakarta, Rabu (8/7/2020). Mereka menuntut Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk segera mencabut izin reklamasi di kawasan Pantai Ancol. ANTARA FOTO/Galih Pradipta/wsj.

Anies Baswedan mengingkari janji
Jakarta (ANTARA) - Aksi bakar ban meramaikan aksi demonstrasi puluhan pemuda dan mahasiswa di depan gerbang Ancol Barat, Jakarta Utara dengan agenda utama penolakan reklamasi Ancol, Rabu petang.

Masa aksi yang tergabung dalam Gerakan Nasional Tolak Reklamasi (Gentar) itu memaksa masuk ke Taman Impian Jaya Ancol. Masa terpantau melakukan aksi dorong dengan petugas kepolisian dan petugas keamanan Ancol.

Mereka membawa spanduk bertuliskan 'Tolak Reklamasi Pantai Ancol'.

"Masyarakat Jakarta harus menelan kekecewaan, karena gubernur pilihan rakyat, Anies Baswedan mengingkari janji," tegas koordinator aksi, Mahameru.
Ketua Forum Komunikasi Nelayan Jakarta Muhammad Tahir menunjukan lokasi reklamasi di kawasan Ancol, Jakarta Utara, Minggu (5/7/2020) (ANTARA/Fauzi Lamboka)


Baca juga: Pemprov DKI: Kepgub reklamasi Ancol demi publik
Baca juga: Pendukung Anies tolak perluasan kawasan Ancol


Kata dia, seperti ada ucapan, 'Jika Anda ingin mengetahui karakter seseorang, berilah dia kekuasaan'.

Masa aksi menuntut tiga hal kepada pihak pengelola Ancol yakni tolak reklamasi Ancol, tangkap dan periksa komisaris Ancol serta kekecewaan terhadap Anies Baswedan yang dinilai sebagai pembohong.

Sebelum mengelar aksi di gerbang barat, massa juga menyuarakan pendapatnya di depan puluhan aparat kepolisian dan TNI yang berjaga di depan gerbang timur Ancol.

Masa membubarkan diri sekitar pukul 17.30 WIB dengan pengawalan puluhan aparat gabungan.

Baca juga: Pimpinan DPRD tolak reklamasi Ancol jika untuk kepentingan komersil
Baca juga: Pengamat nilai reklamasi Ancol hanya akan untungkan pengelola

 

Pewarta: Fauzi
Editor: Edy Sujatmiko
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Perluasan lahan di Jakarta mengutamakan kepentingan publik

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar