Papa T. Bob dalam kenangan karya lagu anak-anak populer-nya

Papa T. Bob dalam kenangan karya lagu anak-anak populer-nya

Pencipta lagu anak-anak Papa T. Bob. ANTARA/Instagram.com/papatbob_official/pri.

Jakarta (ANTARA) - Erwanda Lukas atau dikenal sebagai Papa T. Bob sudah mengeluarkan sederet karya lagu anak-anak yang populer pada tahun 1990-an.

Sebagian anak-anak yang tumbuh dan besar pada era itu mungkin masih ingat karya lagu pria kelahiran Jakarta itu, sebut saja lagu "Katanya" yang dinyanyikan grup vokal Trio Kwek-kwek.

Australia negeri wool, katanya-katanya
Aborigin sukunya, katanya-katanya
Bumerang senjatanya, wow wow
Kangguru binatangnya.
...., demikian penggalan lirik lagu yang dirilis pada tahun 1998 itu.

Baca juga: Trio Kwek-kwek kembali reuni untuk Papa T. Bob

Baca juga: Dukungan mantan penyanyi cilik untuk kesembuhan Papa T Bob


Ketiga personel Trio Kwek-kwek yakni Dea Ananda, Leony dan Alfandy dalam video musik lagu itu tampak sesekali berjoget mengikuti irama sembari mengenakan busana hitam senada. Lagu ini menjadi bagian dari album kelima grup.

Papa T. Bob juga menciptakan lagu "Jangan Marah" dan "Tanteku" untuk Trio Kwek-kwek. Lagu "Jangan Marah" tergabung dalam album ketiga grup yang dirilis pada tahun 1995.

Kutakut mamaku marah
Kutakut papaku marah
Kutakut mereka marah kalau terlambat sekolah
Uang jajan musnah, senyum pun tak ada ka ka ka ka ka ka ka ka kalau mama marah
, demikian penggalan lirik lagu yang video klipnya didominasi warna-warna cerah itu.

Setahun berselang dari perilisan lagu "Jangan Marah", Papa T. Bob kembali dalam lagu "Tanteku", yang menjadi bagian album keempat Trio Kwek-kwek.

"Si Nyamuk Nakal" hingga "Bolo-bolo"
Selain Trio Kwek-kwek, Papa T. Bob juga menciptakan lagu untuk "Si Nyamuk Nakal" untuk penyanyi cilik Enno Lerian tahun 1992 atau saat Enno berusia 9 tahun dan "Du Di Dam" pada tahun 1996.

Lagu lain yang juga populer karya sang legenda, "Si Lumba-Lumba" yang dibawakan penyanyi Bondan Prakoso hingga membuatnya dijuluki Bondan Si Lumba-lumba.

Baca juga: Pencipta lagu anak-anak Papa T Bob meninggal dunia

Baca juga: Papa T Bob jalani perawatan karena diabetes


Ada juga lagu "Air" atau lebih dikenal "Diobok-obok" yang mendulang popularitas untuk penyanyi cilik Joshua Suherman.

Dalam video klip yang dirilis tahun 1999, Joshua yang mengenakan kupluk menyanyikan lirik lagu yang bunyinya:

Diobok-obok airnya diobok-obok
Ada ikannya kecil-kecil pada mabok
Disemprot-semprot airnya disemprot-semprot
Kena mukaku aku jadi mandi lagi
Dingin dingin dimandiin nanti masuk angin


Pada tahun yang sama, Papa T. Bob juga memperlihatkan karya lainnya, melalui lagu "Bolo-bolo" yang dinyanyikan Tina Toon.
 
Unggahan Joshua Suherman, Bondan Prakoso dan Tina Toon tentang kepergian pencipta lagu anak-anak Papa T. Bob (Instagram.com)


Penyanyi cilik kenang Papa T. Bob
Papa T. Bob menghembuskan napas terakhirnya pada Jumat ini sekitar pukul 10.35 WIB, setelah menjalani perawatan di rumah sakit karena menderita diabetes dan gangguan pada paru-parunya beberapa waktu lalu.

Sejumlah penyanyi cilik ikut berduka atas kepergian sang pencipta lagu anak-anak itu. Selebritas Dea Ananda, salah satunya. Dia mengunggah foto lawas saat bersama mendiang Papa T. Bob, sembari menuliskan jasa baik beliau pada karir grupnya, Trio Kwek-kwek.

Di sisi lain, Tina Toon melalui sebuah wawancara dengan ANTARA, mengatakan sosok Papa T. Bob yang bersahaja, tegas dan penyayang.

Perempuan yang memiliki nama lengkap Agustina Hermanto itu menyebut Papa T. Bob berperan dalam karirnya sebagai penyanyi cilik.

Joshua Suherman melalui laman Instagramnya, mengunggah foto dalam sebuah wawancara bersama Tina dan Papa T. Bob.

Bondan melalui laman media sosialnya, menuliskan kalimat istirja dalam bahasa Arab, "Inna Lillahi wa inna ilayhi raji'un" untuk Papa T. Bob. "Selamat jalan Om Wanda", tulis Bondan.

Selamat jalan, Papa T. Bob.

Baca juga: Tina Toon kenang Papa T Bob, pencipta lagu "Bolo-Bolo"

Baca juga: Kenang Papa T. Bob, Dea Ananda unggah foto lawas

Baca juga: Papa T Bob meninggal dunia, Tina Toon merasa kehilangan

Pewarta: Lia Wanadriani Santosa
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar