Diabetes bisa menyerang siapa saja termasuk milenial

Diabetes bisa menyerang siapa saja termasuk milenial

Ilustrasi diabetes (ANTARA/Pixabay)

Jakarta (ANTARA) - Banyak anggapan bahwa diabetes mellitus adalah penyakit yang menyerang orang tua, faktanya diabetes adalah penyakit yang menyerang segala usia.

dr. Rudy Kurniawan, Sp.PD, pendiri Komunitas Sobat Diabet mengatakan saat ini banyak anak muda atau orang yang berusia di bawah 40 tahun menderita diabetes. Jurnal Endocrinology and Metabolism menyatakan bahwa usia seseorang terdiagnosis diabetes diketahui lebih muda pada orang Asia, dibandingkan dengan orang Amerika dan Eropa.

"Terdapat penelitian di Asia yang menunjukkan bahwa satu dari lima penderita diabetes yang dipelajari ternyata terdiagnosis terkena diabetes pada usia di bawah 40 tahun. Bahkan, berdasarkan data yang ada, diabetes di usia muda cenderung lebih berbahaya dengan risiko komplikasi yang lebih besar," ujar dr. Rudy dalam bincang-bincang daring Tropicana Slim, Jumat.

Baca juga: Khasiat buah naga untuk diabetes hingga jantung

Baca juga: Alasan buah pir bagus jadi bagian menu makan rutin Anda


Komplikasi umum yang terjadi pada penderita diabetes berumur muda adalah kerusakan pada ginjal dan penyakit jantung. Tidak sedikit juga yang akhirnya berisiko kematian pada usia muda.

dr. Rudy menerangkan diabetes tidak hanya menyerang orang yang memiliki gen atau keturunan penyakit tersebut saja. Saat ini penyebab diabetes yang paling utama menimpa anak muda dikarenakan gaya hidupnya.

"Ini terpengaruh dari gaya hidup. Generasi muda gampang banget makan fastfood, konsumsi gulanya juga menyebabkan risiko terkena diabetesnya jauh lebih tinggi," jelas dr. Rudy.

Beberapa gejala umum diabetes dapat diketahui dengan mudah seperti gampang lapar, sering buang air kecil terutama di malam hari dan selalu merasa haus. Namun ada juga pasien yang tidak menunjukkan gejala dan langsung terkena komplikasi.

"Sekarang banyak yang enggak bergejala, kita harus berhati-hati pada kelompok pre-diabetes atau orang yang belum diabetes tapi menuju ke sana. Cara paling mudah untuk mengetahui diabetes atau tidak adalah dengan rutin melakukan cek gula darah," ujar dr. Rudy.

Baca juga: Mitos atau fakta, penderita diabetes dilarang berolahraga?

Baca juga: Kadar gula penderita diabetes naik saat COVID-19

Baca juga: Dokter sarankan diabetesi konsumsi makanan rendah glikemik saat puasa

Pewarta: Maria Cicilia
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Dirjen P2P Kemenkes pastikan tenaga ahli diabetes di Indonesia mencukupi

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar