Emas tergelincir tertekan kenaikan ekuitas meski kasus virus meningkat

Emas tergelincir tertekan kenaikan ekuitas meski kasus virus meningkat

Ilustrasi - Emas batangan. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja

Kontrak emas turun 1,9 dolar AS atau 0,11 persen menjadi ditutup pada 1.801,90 dolar AS per ounce
Chicago (ANTARA) - Emas berjangka turun lagi pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB), karena penguatan ekuitas AS memangkas aliran dana ke emas, yang masih di jalur untuk kenaikan mingguan kelima berturut-turut setelah melambung ke tertinggi dalam hampir sembilan tahun minggu ini dipicu oleh lonjakan infeksi COVID-19.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Agustus di divisi COMEX New York Mercantile Exchange, turun 1,9 dolar AS atau 0,11 persen, menjadi ditutup pada 1.801,90 dolar AS per ounce.

Emas berjangka juga jatuh16,8 dolar AS atau 0,92 persen, menjadi 1.803,80 dolar AS pada Kamis (9/7/2020). Emas berjangka menguat 10,7 dolar AS atau 0,59 persen menjadi 1.820,60 dolar AS, tertinggi dalam hampir sembilan tahun pada Rabu (8/7/2020), setelah terangkat 16,4 dolar AS atau 0,91 persen menjadi 1.809,90 dolar AS pada Selasa (7/7/2020) dan naik 3,5 dolar AS atau 0,2 persen menjadi 1.793,50 dolar AS pada Senin (6/7/2020).

"Emas telah naik sedikit dalam sepekan terakhir seiring dengan aliran eksponensial di ETF (Exchange Traded Fund)," kata George Gero, direktur pelaksana RBC Wealth Management.

"Sekarang akhir pekan ini bersamaan dengan pasar ekuitas yang kuat, investor mengambil keuntungan dan mengalihkan keuntungan untuk mengambil posisi dalam aset-aset berisiko."

Sebagian besar indeks pasar saham global positif pada Jumat (10/7/2020), dengan pengecualian Nikkei Jepang dan Hang Seng Hong Kong, negatif terhadap emas. Saham AS juga menguat didorong perkembangan positif dari obat antivirus Gilead untuk mengobati COVID-19 di tengah kenaikan rekor kasus barus virus corona AS.

Lebih dari 60.500 infeksi baru COVID-19 dilaporkan di seluruh Amerika Serikat pada Kamis (9/7/2020), menurut penghitungan Reuters, peningkatan satu hari terbesar di negara mana pun sejak pandemi muncul di China tahun lalu.

Meskipun ada kemunduran pada Jumat (10/7/2020), logam yang tidak memberikan imbal hasil atau non-yielding ini telah meningkat lebih dari 18 persen sepanjang tahun ini.

"Imbal hasil (obligasi) sepuluh tahun masih menurun lebih besar dari ekspektasi inflasi yang menurun, dan itu menjadi pendorong di belakang emas," kata Daniel Ghali, ahli strategi komoditas di TD Securities.

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman September naik 9,1 sen atau 0,48 persen, menjadi ditutup pada 19,053 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Oktober turun satu dolar atau 0,12 persen, menjadi ditutup pada 845,9 dolar AS per ounce.

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Harga emas turun, namun naik bulan depan

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar