Cegah COVID-19, naik wahana rollercoaster di Jepang dilarang teriak

Cegah COVID-19, naik wahana rollercoaster di Jepang dilarang teriak

Dokumentasi - Sejumlah wisatawan menikmati wahana rollercoaster Visitors enjoy a rollercoaster melintasi terowongan bunga sakura di taman hiburan Toshimaen Tokyo, Jepang (1/4/2006). ANTARA/REUTERS/aa.

Jakarta (ANTARA) - Pengelola taman hiburan Fuji-Q Highland di Jepang kembali membuka kawasan wisatanya namun melarang para pengunjung yang menaiki wahana rollercoster berteriak demi mencegah adanya infeksi baru COVID-19.

Sebagai gantinya, pengunjung boleh berteriak sepuasnya di dalam hati mereka. Padahal, menaiki rollercoaster sambil menjerit kencang-kencang dan mengangkat tangan termasuk bagian yang menyenangkan.

Pihak pengelola juga meminta pengunjung memasang ekspresi wajah serius saat menaiki wahana dan akan memotretnya.

Mereka bisa membagikan foto mereka secara daring untuk bergabung dengan tantangan #KeepASeriousFace, untuk mendapatkan tiket gratis, seperti dilansir dari Medical Daily.

Tantangan akan berlangsung hingga 17 Juli 2020. Jadi, Anda yang saat ini berada di Jepang bisa memanfaatkan kesempatan ini mendapatkan tiket masuk taman hiburan gratis.

Selain dilarang berteriak, pengunjung juga wajib mengenakan masker untuk menghindari terkena droplet pembawa virus corona yang potensial yang bisa terbang keluar dari mulut Anda dan ke orang lain dan sebaliknya.

Baca juga: Taman hiburan Lionsgate dibuka kembali 24 Juni

Baca juga: Disney tutup taman hiburan di California, Florida karena virus corona

Baca juga: Jepang kembali buka museum Nasional dan Istana Kekaisaran

Penerjemah: Lia Wanadriani Santosa
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Pameran bonsai hiburan alternatif yang mengedukasi

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar