Indeks DAX 30 Jerman turun 0,80 persen setelah naik dua hari beruntun

Indeks DAX 30 Jerman turun 0,80 persen setelah naik dua hari beruntun

Arsip Foto. Sebuah toko Adidas di Berlin, Jerman. REUTERS/Axel Schmidt

Perusahaan pembuat pakaian dan peralatan olah raga Adidas kehilangan 2,98 persen
Frankfurt (ANTARA) - Saham-saham Jerman berakhir lebih rendah pada perdagangan Selasa (14/7/2020), setelah mencatat keuntungan selama dua hari berturut-turut dengan indeks acuan DAX 30 di Bursa Efek Frankfurt turun 0,80 persen atau 102,61 poin, menjadi menetap di 12.697,36 poin. Indeks DAX 30 naik tajam 1,32 persen atau 166,26 poin menjadi bertengger di 12.799,97 poin pada perdagangan Senin (13/7/2020), menyusul keuntungan 1,15 persen atau 144,25 poin menjadi 12.633,71 poin pada Jumat (10/7/2020), rebound dari penurunan selama tiga hari beruntun.

Sebanyak 22 saham dari 30 saham perusahaan-perusahaan besar pilihan yang menjadi komponen indeks DAX 30 mengalami kerugian, sementara hanya delapan saham yang berhasil membukukan keuntungan.

Pabrikan semikonduktor Infineon Technologies terperosok 5,17 persen, mencatat kerugian terbesar (top loser) di antara saham-saham unggulan atau blue chips.

Disusul oleh saham Wirecard, perusahaan jasa pembayaran non tunai global berbasis di Jerman yang sedang dililit skandal, yang jatuh 3,06 persen, serta perusahaan pembuat pakaian dan peralatan olah raga Adidas kehilangan 2,98 persen.

Di sisi lain, perusahaan bahan bangunan multinasional HeidelbergCement melonjak 3,19 persen, menjadi pencetak keuntungan teratas (top gainer) dari saham-saham unggulan.

Diikuti oleh perusahaan reasuransi Munich Re dan kelompok energi E. ON yang masing-masing naik sebesar 1,38 persen dan 0,70 persen.

SAP adalah saham yang paling aktif diperdagangkan sepanjang hari, dengan nilai transaksi mencapai 266,3 juta euro (302,9 juta dolar AS).

Baca juga: Saham Jerman kembali melambung, Indeks DAX 30 naik 1,32 persen
Baca juga: Saham Jerman terkoreksi lagi dengan indeks DAX 30 menyusut 0,04 persen

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Ahmad Wijaya
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar