Singapura (ANTARA News) - Para pemimpin negara/pemerintahan negara-negara anggota Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) dan Amerika Serikat (AS) akan mengkaji hubungan antara kedua belah pihak dalam pertemuan puncak ASEAN-AS yang diselenggarakan di Singapura, Minggu sore.

"Pertemuan itu beberapa kali dilakukan, sekarang terutama untuk mengkaji hubungan antar ASEAN dan AS," kata Juru Bicara Departemen Luar Negeri Teuku Faizasyah di Hotel Marina Mandarin, Singapura, Minggu pagi.

Menurut dia, dalam pertemuan itu akan dilihat kembali hal-hal apa yang dapat dilakukan oleh kedua belah pihak untuk meningkatkan hubungan baik yang telah terjalin selama ini.

"Termasuk mendorong, hal-hal yang perlu ditingkatkan," katanya tanpa menjelaskan secara lebih detil dari topik-topik yang akan dibahas.pertemuan itu.

Ia mengatakan bahwa para pemimpin ASEAN dan AS akan mengeluarkan suatu pernyataan bersama di akhir pertemuan itu.

Pada Minggu sore, di Hotel Shangri-La sepuluh pemimpin negara anggota ASEAN akan bertemu dengan Presiden Amerika Serikat Barack Obama.

Pertemuan puncak ASEAN dan AS itu akan dilakukan seusai para pemimpin ekonomi Forum Kerjasama Ekonomi Asia Pasifik (APEC) melakukan jamuan santap siang untuk menutup pertemuan puncak ke-17 APEC.

Oleh karena tujuh dari 10 negara anggota ASEAN juga merupakan anggota APEC maka ketujuh kepala negara/pemerintahan itu telah tiba di Singapura sejak beberapa hari lalu.

Mereka adalah Presiden Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono, Presiden Filipina Gloria Macapagal Arroyo, Sultan Brunei Darussalam Hassanal Bolkiah, Perdana Menteri Thailand Abhisit Vejjajiva, Presiden Vietnam Nguyen Minh Triet, Perdana Menteri Malaysia Dato` Sri Najib Razak dan sang tuan rumah Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong.

Sementara itu Perdana Menteri Myanmar Thien Sien, Perdana Menteri Kamboja Hun Sen dan Perdana Menteri Bouasone Bouphavanh tiba pada Sabtu (14/11).

Amerika Serikat telah lama menjadi mitra ASEAN. Pemerintah AS juga merupakan negara mitra ASEAN pertama yang menunjuk duta besar khusus untuk ASEAN. Selain isu pelanggaran HAM di Myanmar, termasuk dorongan untuk pembebasan tokoh pro-demokrasi Myanmar Aung San Syu Kyi, baru-baru ini ASEAN kembali menjadi sorotan dengan munculnya perseteruan perbatasan antara Thailand dan Kamboja yang mengakibatkan jatuhnya korban jiwa.

Sementara itu pada Minggu pagi, Presiden Yudhoyono menerima kunjungan Perdana Menteri Thailand Abhisit Vejjajiva sedangkan pada Minggu sore menerima kunjungan Perdana Menteri Kamboja Hun Sen. Sekalipun belum ada konfirmasi mengenai isi dari pertemuan itu namun isu perseteruan Kamboja-Thailand berpeluang menjadi salah satu agenda pembahasan.

Beberapa waktu sebelumnya Thailand menyatakan menolak membawa konflik perbatasan dengan Kamboja ke ASEAN sebagaimana permintaan Kamboja.(*)

Pewarta:
Editor: Aditia Maruli Radja
Copyright © ANTARA 2009