London (ANTARA News/Reuters) - Kapten tim Prancis Thierry Henry berpendapat bahwa pertandingan ulang melawan Irlandia merupakan solusi paling adil untuk mengakhiri kontroversi seputar insiden "handball" saat playoff Piala Dunia.

Pemain depan itu menyentuh bola dengan tangannya sebelum memberi umpan kepada William Gallas yang selanjutnya berbuah gol sehingga kedudukan 1-1 dan Prancis lolos ke putaran final Piala Dunia dengan skor agregat 2-1.

"Pada dasarnya, saya merasa malu atas cara kami menang dan merasa sangat menyesal kerena Irlandia berhak ke Afsel," kata Henry dalam pernyataannya, Jumat,

"Tentn saja, solusi paling fair adalah tanding ulang, tapi itu bukan wewenang saya.

Pernyataan Henry itu disampaikan setelah FIFA menolak permohonan Persatuan Sepak Bola Irlandia (FAI) untuk pertandingan ulang.

"Saya bukan seorang penipu dan tidak pernah. Itu suatu reaksi insting atas bola yang datang begitu cepat di kotak penalti yang padat," katanya.

"Saya tiak pernah membantah bahwa bola dikontrol dengan tangan saya. Saya katakan kepada pemain Irlandia, wasit dan media usai pertandingan," ujarnya.

Sementara itu kapten tim Irlandia Robbie Keane, yang mencetak gol dalam pertandingan playoff itu, juga menyampaikan pendapatnya.

"Atas nama pemain Irlandia, saya berterima kasih kepada Henry atas pernyataannya," katanya.

"Sebagai kapten tim Prancis, menyampaikan pernyataan seperti itu perlu keberanian dan kami menghormati. Sebagai kapten Irlandia saya juga senang jika pertandingan ulang terjadi untuk kepentingan fair play, sehingga tim mana pun yang lolos kualifikasi dapat maju dengan kepala tegak.

"Saya hanya berharap Federasi Sepak Bola Prancis bisa menerima harapan masing-masing kapten tim," katanya.

Pengurus FAI hari Jumat mengadakan pertemuan dan menyampaikan imbauan kepada federasi sepak bola Prancis untuk "bersama-sama dengan para kapten kedua tim untuk mengusulkan pertandingan ulang ke FIFA, demi integritas sepak bola di seluruh dunia dan kehormatan tim nasional Prancis".

FAI juga menyambut gembira pernyataan Thierry Henry tersebut dan mengirim surat ke FIFA setelah badan sepak bola dunia itu menolak permohonan tanding ulang.(*)

Pewarta:
Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2009