Medan (ANTARA News) - Ajang unjuk kreativitas seperti Festival Film Anak (FFA) merupakan salah satu langkah awal dalam mengembangkan prestasi anak, kata Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak, Seto Mulyadi.

"Dunia anak sangat menarik, karena mereka memiliki ide kreatif dan cemerlang, hanya saja belum didukung oleh sistem pendidikan kita saat ini," katanya pada malam penganugerahan FFA yang diselenggarakan Pusat Kajian dan Perlindungan Anak (PKPA) dan

Komunitas Film Medan, di Medan, Senin (30/11) malam.

Menurut Kak Seto, sejatinya anak-anak memiliki segudang potensi luar biasa dalam diri mereka, namun disayangkan pendidikan di Indonesia tidak mendukung upaya anak untuk berkreasi, berinovasi dan berprestasi sesuai bakat dan kemampuan mereka.

"Pendidikan hanya ditekankan lebih pada tugas di sekolah, sehingga siswa jenuh belajar, padahal banyak kreativitas yang bisa dilakukan agar belajar menyenangkan," katanya.

Pola belajar-mengajar di sekolah, menurut dia, masih memaksakan siswa untuk mengembangkan otak kiri yang konon lebih mementingkan analisis, logika dan matematika.

Pemerhati masalah pendidikan anak itu mengemukakan, untuk menjadikan anak pintar, kreatif dan inovatif juga memerlukan otak kanan, sehingga ada ruang untuk pengembangan potensi dan bakat anak.

Partisipasi anak dalam festival film itu, tambahnya, merupakan bagian dari pengembangan otak kanan anak, sehingga terdapat ruang kesempatan bagi anak menumbuh-kembangkan bakat, daya imajinasi dan gagasan mereka melalui film.

"Festival ini harus kita apresiasi setinggi-tingginya serta didukung berbagai pihak khususnya pemerintah agar tetap berlanjut," katanya.

Wakil Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Gatot Pujo Nugroho pada kesempatan itu mengatakan, sistem pendidikan saat ini perlu dibenahi agar dapat proses pedagogi diarahkan pada pengembangan kreativitas anak.

"Saya sepakat dengan kak Seto, bahwa metode pendidikan juga harus memanfaatkan otak kanan, sehingga anak lebih cerdas dan kreatif," katanya.

Festival itu diharapkan bisa memacu anak untuk lebih inovatif, sehingga menjadikan Sumut sebagai provinsi yang luar biasa. Itu sesuai dengan visi menjadikan Sumut maju, mandiri dan sejahtera, tambahnya.

Untuk mengembangkan kreativitas anak-anak di Sumut, katanya, pemerintah akan memasukkan kegiatan itu dalam anggaran belanja tahun 2010, sehingga ke depannya Sumut bisa unggul, khususnya di dunia perfilman.(*)

Pewarta:
Editor: Kunto Wibisono
Copyright © ANTARA 2009