Empat kecamatan di Aceh Singkil diterjang banjir dan longsor

Empat kecamatan di Aceh Singkil diterjang banjir dan longsor

Seorang warga tidak bisa melewati jembatan penghubung di Kuala Baru menuju Kecamatan Bulusema usai bencana longsor akibat hujan di Kuala Baru, Kabupaten Aceh Singkil, Provinsi Aceh, Rabu (29/7/2020). (FOTOANTARA/HO-BPBD Aceh Singkil).

Hingga Rabu (29/7) malam, bencana banjir dan longsor di Aceh Singkil yang terjadi mulai Selasa (28/7) sore telah meluas hingga empat kecamatan
Banda Aceh (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) menyatakan bahwa akibat hujan dengan intensitas sedang hingga lebat dalam beberapa hari terakhir telah menyebabkan bencana banjir disertai longsor melanda empat kecamatan di Kabupaten Aceh Singkil.

"Hingga Rabu (29/7) malam, bencana banjir dan longsor di Aceh Singkil yang terjadi mulai Selasa (28/7) sore telah meluas hingga empat kecamatan," kata Kepala Pelaksana BPBA, Sunawardi di Banda Aceh, Kamis.

Keempat kecamatan tersebut, lanjut dia, yakni Kota Baharu diterjang banjir di badan jalan, lalu Singkil Utara yang merendam rumah penduduk, dan longsor di Gunung Meriah serta Kuala Baru.

Ia menjelaskan bahwa bencana banjir sedalam setengah meter itu telah merendam badan jalan utama di tiga titik, yakni Desa Selakar Udang yang berbatasan dengan Desa Samar Dua di Kota Baru.

Kemudian menggenangi jalan yang menghubungkan Desa Selakar Udang dengan Desa Sumber Mukti di Kota Baru, dan terakhir jalan yang menuju Kecamatan Kota Baharu melalui PT Nafasindo atau dikenal warga setempat melewati jalur Lae Tinanggam.

"Banjir juga merendam rumah penduduk di Desa Kampung Baru, Singkil Utara. Hingga kini jumlah korban terdampak maupun rumah terendam masih dalam pendataan Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Singkil," katanya.

Sedangkan untuk peristiwa longsor yang menghantam badan jalan, kata dia,  tepatnya melanda di Desa Bukit Harapan, Gunung Meriah menuju Kecamatan Singkohor Longsor atau sebaliknya.

"Longsor juga telah mengakibatkan putusnya jembatan penghubung di Kuala Baru menuju Kecamatan Bulusema. Kondisi jembatan hingga kini masih terputus atau tidak bisa dilewati, dan butuh penanganan segera," katanya.

Pihaknya memastikan, tidak terdapat korban jiwa dalam kedua bencana hidrometeorologi di wilayah perbatasan Aceh dengan Kabupaten Dairi di Provinsi Sumatera Utara itu.

"Untuk korban terdampak banjir maupun warga yang mengungsi, masih didata. Saat ini, kondisi banjir secara berangsur-angsur mulai surut," kata Sunawardi.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan, pusat tekanan rendah dari Asia masih berpotensi menimbulkan hujan lebat yang berdampak banjir, dan longsor dalam beberapa hari ke depan bagi sejumlah wilayah di Aceh.

"Ada tekanan rendah di Asia, sehingga massa udara di Samudera Hindia itu bergerak. Sampai di Aceh, membelok. Kondisi ini diperkirakan masih berlangsung hingga pekan ini," kata Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Stasiun Metrologi Sultan Iskandar Muda Aceh, Zakaria Ahmad.

Hasil analisa pihaknya berdasarkan radar cuaca setempat, ia menyatakan, wilayah barat-selatan di provinsi paling barat Indonesia merupakan daerah yang paling berpeluang dilanda hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.

Terutama wilayah Aceh Barat, Nagan Raya, Aceh Selatan, Aceh Singkil, Simeulue, Aceh Tengah di wilayah tengah, dan Aceh Tamiang di wilayah pesisir timur

"Memang kita perkirakan untuk besok, tekanan rendah dari Asia ini, sudah mulai berkurang. Cuma yang perlu kita waspadai daerah barat-selatan Aceh, karena dampaknya masih ada," demikian Zakaria Ahmad.


Baca juga: 24.321 orang jadi korban banjir di Aceh Singkil

Baca juga: Longsor timbun jalan lintas di Aceh Singkil

Baca juga: BMKG pasang pendeteksi dini gempa dan tsunami di Dairi

Baca juga: 4.409 warga Aceh Singkil mengungsi ke Sumut


 

Pewarta: Muhammad Said
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Potensi cuaca buruk di Aceh dalam beberapa hari ke depan

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar