Sidarjo (ANTARA News) - Petugas Polres Sidoarjo, Jawa Timur, menduga bahwa Anik Alfiyani, istri reporter stasiun televisi RCTI Bambang Pramono, tewas karena dibunuh di rumahnya.

"Kesimpulan itu hanya dugaan sementara kami. Namun, untuk lebih jelasnya harus dilakukan olah tempat kejadian perkara terlebih dahulu," kata Kepala Polres Sidoarjo Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) M Iqbal, Senin.

Ketika ditemukan, tubuh korban terbujur tidur miring di ruang tamu dengan posisi kepala di sebelah barat dan menghadap ke utara dengan bagian mulut serta telinga mengeluarkan darah.

Sementara itu, dari pantauan di lapangan, sejumlah tetangga korban juga tampak berdatangan untuk melihat dari dekat.

Selain itu, sejumlah aparat kepolisian juga telah memasang pagar pembatas, supaya orang yang tidak berkepentingan tidak bisa masuk.

"Kami masih selidiki kasus ini, motifnya pembunuhan atau tidak masih kami lakukan penyelidikan dengan dilengkapi visum," kata Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasatreskrim) Polres Sidoarjo, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Agung Pribadi di tempat kejadian perkara.

Sementara itu, Bambang Pramono, suami korban yang berprofesi sebagai reporter RCTI, tampak termangu di depan rumah dan sesekali berbincang dengan Kapolres Sidoarjo

Selain itu, beberapa teman seprofesi juga menyampaikan ucapan bela sungkawa kepada dirinya.

Sebelumnya, istri seorang reporter televsi swasta RCTI, Bambang Pramono, ditemukan tewas di ruang tamu rumahnya.

Hingga saat ini, petugas Polres Sidoarjo, masih melakukan olah tempat kejadian perkara atas peristiwa tersebut.

Dari Keterangan petugas kepolisian, korban ditemukan meninggal dengan posisi tubuh tidur miring di ruang tamu di bawah kursi dengan menggunakan celana jin dan memakai bra.

Sementara itu, Ny Heru warga setempat menuturkan, sebelumnya warga curiga karena korban diketahui tidak keluar rumah sama sekali pada siang hari.

Warga melihat dari balik lubang jendela, melihat korban posisi tidur miring dan tak menghiraukan panggilan dari luar.

"Karena mencurigakan, akhirnya warga mendobrak pintu dan korban sudah diketahui sudah tidak bernyawa lagi," katanya.
(*)

Pewarta:
Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2009