Kementan dorong petani akses KUR tingkatkan usaha tani

Kementan dorong petani akses KUR tingkatkan usaha tani

Sekretaris Badan Penelitian, Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) Kementan Haris Syahbuddin saat sambutan pada kegiatan Gerakan Tanam Bawang Merah dan Aksi Iklim Melalui Panen Hujan dan Irigasi Hemat Air Untuk Peningkatan Indeks Pertanaman di Lahan Kering dan Sawah Tadah Hujan di Dusun Nawungan Desa Selopamioro, Kabupaten Bantul, DIY.  (Foto ANTARA/Hery Sidik)

KUR itu Rp50 triliun seluruh Indonesia sudah diturunkan oleh Presiden dan akan dinaikkan menjadi Rp112 triliun pada  2021, para petani, pesan Pak Menteri Pertanian tidak boleh begini terus, tangan di bawah.
Bantul (ANTARA) - Kementerian Pertanian mendorong para petani untuk mengakses kredit usaha rakyat yang telah digelontorkan pemerintah melalui lembaga perbankan guna meningkatkan usaha tani maupun memperluas budi daya tanaman pertanian.

"KUR itu Rp50 triliun seluruh Indonesia sudah diturunkan oleh Presiden dan akan dinaikkan menjadi Rp112 triliun pada  2021, para petani, pesan Pak Menteri Pertanian tidak boleh begini terus, tangan di bawah," kata Sekretaris Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) Kementan Haris Syahbuddin di Bantul, Rabu.

Pernyataan itu disampaikan Haris saat memberikan sambutan pada kegiatan Gerakan Tanam Bawang Merah dan Aksi Iklim Melalui Panen Hujan dan Irigasi Hemat Air Untuk Peningkatan Indeks Pertanaman di Lahan Kering dan Sawah Tadah Hujan di Dusun Nawungan, Desa Selopamioro, Kabupaten Bantul, DIY.

Baca juga: Balitbangtan bantu teknologi irigasi hemat air petani bawang Bantul

Menurut dia, para petani tidak boleh selalu 'tangan di bawah' atau mengandalkan bantuan dari pemerintah pusat, karena Kementan tidak lagi ke mana mana menyampaikan bantuan dan seterusnya kepada petani karena dikhawatirkan petani tidak bisa mandiri.

"Harapan Pak Menteri anggaran Rp50 triliun yang ada di bank-bank itu bisa diakses oleh petani. Sebutannya KUR, dan memang petani kalau kredit tidak berani, padahal kalau dihitung analisis ekonominya kredit itu bisa dikembalikan, dan pinjaman bisa sampai Rp500 juta," katanya.

Dia mengatakan realisasi KUR di seluruh Indonesia hingga saat ini baru sebesar 23 persen, sehingga harapan dari Menteri Pertanian dan Presiden, KUR tersebut bisa diakses petani melalui korporasi petani, sehingga pemanfaatan juga untuk pengembangan usaha bersama.

"Dan petani harus bareng, kerja bersama, jangan sendiri-sendiri, jual bawang bareng, jangan ada kelompok tani satu sempalan menjual sendiri, karena kalau harganya jatuh, akibatnya semua terpengaruh," katanya.

Baca juga: Pemerintah perkirakan realisasi KUR 2020 capai Rp160 triliun

Dia juga mengatakan saat ini melalui pesan Menteri, Kementan sedang fokus mengembangkan sistem perbenihan tanaman hortikultura di beberapa daerah, yang nanti akan menjadi taman teknologi untuk pengembangan hortikultura.

"Dan kemudian membangun korporasi bergandengan tangan dengan teman industri untuk bisa meningkatkan nilai tambah. Kami Balitbangtan siap memberikan pendampingan untuk kawan-kawan petani maju bersama, membangun dari desa dan datang dari bawah," katanya.

Pewarta: Hery Sidik
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2020

DPRD Temanggung desak gudang serap tembakau petani

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar