Kasus kematian tinggi, Bengkulu evaluasi penanganan COVID-19

Kasus kematian tinggi, Bengkulu evaluasi penanganan COVID-19

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu Herwan Antoni saat diwawancarai awak media. ANTARA/Carminanda/am.

kasus meninggal sejauh ini ada 20 kasus atau sekitar 8,33 persen dari total kasus konfirmasi positif
Bengkulu (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Bengkulu segera mengevaluasi penanganan pandemi COVID-19 setelah Tim Gugus Tugas Nasional mengumumkan Provinsi Bengkulu menjadi provinsi dengan tingkat kematian akibat COVID-19 tertinggi se-Indonesia dalam sepekan terakhir.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu Herwan Antoni di Bengkulu, Kamis mengatakan evaluasi tersebut salah satunya yakni meningkatkan kualitas penanganan kasus positif COVID-19 yang dirawat di rumah sakit rujukan.

Baca juga: Kantor DPRD Kota Bengkulu ditutup selama 14 hari

"Kami akan membenahi penanganan kasus COVID-19 setelah laporan tim gugus tugas nasional yang menyebut angka kematian akibat virus corona di Bengkulu tertinggi di Indonesia itu," ucapnya.

Selain itu, Herwan juga memastikan pihaknya akan meningkatkan jumlah penemuan kasus baru dengan cara meningkatkan pemeriksaan tes usap di laboratorium dan juga meningkatkan pemeriksaan dengan cara memperbanyak tes cepat.

Selain upaya tersebut, Herwan juga meminta masyarakat lebih disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan saat melakukan aktivitas di luar rumah seperti menggunakan masker, menjaga kebersihan tangan dan menjaga jarak.

Baca juga: Dua pasien positif COVID-19 di Bengkulu meninggal

"Upaya-upaya tersebut terutama sekali kita lakukan pada mereka yang berusia lanjut, karena memang angka kematian tersebut lebih banyak di mereka yang usia lanjut," paparnya.

Herwan menambahkan saat ini total kasus positif COVID-19 di Provinsi Bengkulu mencapai 240 kasus atau sekitar tujuh persen dari 3.426 sampel yang telah diperiksa.

Dari 240 kasus tersebut, 142 kasus di antaranya dinyatakan sembuh dan sisanya masih melakukan perawatan di rumah sakit rujukan dan melakukan isolasi mandiri.

"Untuk kasus meninggal sejauh ini ada 20 kasus atau sekitar 8,33 persen dari total kasus konfirmasi positif," ucapnya.

Baca juga: Rektor IAIN Bengkulu positif COVID-19

Mereka yang meninggal dunia karena COVID-19 tersebut, kata Herwan, kebanyakan juga memiliki riwayat penyakit penyerta seperti diabetes, jantung, hipertensi, gagal ginjal dan penyakit infeksi yang kronis.

Sebelumnya, Tim Gugus Tugas Nasional COVID-19, Rabu (05/8) melaporkan Provinsi Bengkulu merupakan provinsi dengan tingkat kematian akibat COVID-19 tertinggi di Indonesia yaitu 8,9 persen dari total kasus konfirmasi positif yang ada.

Posisi kedua yaitu Provinsi Jawa Timur dengan tingkat kematian sebesar 7,74 persen, ketiga Provinsi Jawa Tengah dengan 6,73 persen, keempat Provinsi Nusa Tenggara Barat dengan 5,48 persen dan kelima Provinsi Kalimantan Tengah dengan 5,12 persen.

Baca juga: Pemprov Bengkulu terima dana insentif nakes tangani corona Rp800 juta

Pewarta: Carminanda
Editor: Agus Salim
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Bengkulu dan Riau dukung Sumbar berlakukan pembatasan selektif

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar