Moskow, (ANTARA News) - Rudal baru Rusia, Bulova yang berkemampuan nuklir mengalami kegagalan kembali dalam ujicoba bersamaan dengan adanya satu sumber cahaya misterius yang muncul di angkasa Norwegia, kata laporan-laporan surat kabar, Kamis.

Rudal Bulova diluncurkan dari kapal selam itu diujicoba dari kapal selam Dmitry Donskoi di Laut Putih Rabu pagi tetapi gagal dalam taraf ketiga, kata surat-surat kabar Kommersant dan Vedomosti mengutip sumber-sumber pertahanan.

Tidak ada penjelasan lebih jauh mengenai situasi peluncuran itu.

Uji coba itu adalah yang ke-13 bagi rudal Bulova dan peluncuran yang kesembilan kali mengalami kegagalan, kata Vedomosti.

Rudal itu penting bagi rencana Rusia untuk menggantikan senjata-senjata usangnya.

Akan tetapi kementerian pertahanan menolak memberi komentar mengenai kegagalan itu atau mengkonfirmasikan bahwa uji coba rudal antar benua itu telah dilakukan, tambah laporan-laporan tersebut.

Kommersant memberitakan uji coba yang diberitakan itu dilakukan Rabu subuh bersamaan dengan munculnya cahaya yang misterius di Norwegia utara yang menarik perhatian para pemantau.

Citra cahaya putih yang muncul di di langit di atas kota Tromso, Norwegia memicu perkiraan itu adalah meteor, cahaya utara , sebuah rudal yang gagal atau bahkan benda-benda aneh.

Laut Putih, yang sering jadi lokasi uji-uji coba rudal oleh kapal-kapal selam Rusia,itu terletak dekat wilayah Artik Norwegia.

Masalah-masalah dengan Bulava menjadi satu masalah menyusahkan bagi kementerian pertahanan yang telah menghabiskan bagian besar dari anggaran yang diperolehnya untuk menjamin rudal itu menjadi unsur penting dari pasukan roketnya.

Kegagalan terdahulu Juni menyebabkan pengunduran diri Yury Solomonov, direktur Institut Teknologi Thermal Moskow yang bertanggungjawab bagi pengembangan rudal .

Masalah-masalah itu juga satu hal yang sangat memalukan dalam politik pada saat Rusia masih berunding dengan Amerika Serikat mengenai parameter satu perjanjian pengurangan senjata baru (START) untuk menggantikan START tahun 1991.

Perjanjian itu berakhir 5 Desember dan walaupun perundingan-perundingan berat kedua pihak masih belum mengumumkan kesepakatan mengenai masalah satu perjanjian baru itu.

Bulava, yang dapat dilengkapi sampai 10 hulu ledak nuklir, memiliki jangkauan tembak maksimum 8.000km.

Rudal itu adalah versi yang ditempatkan di kapal dari rudal Topol-M, rudal antar benua darat ke darat baru Rusia, dan dirancang akan diluncurkan dari kapal-kapal selam klas Borei terbaru Moskow, sebagaimana dikutip dari AFP.(*)

Pewarta:
Editor: AA Ariwibowo
Copyright © ANTARA 2009