Pandemi, pemerintah perlu pastikan kelancaran rantai pasok global

Pandemi, pemerintah perlu pastikan kelancaran rantai pasok global

Suasana bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (15/1/2020). Badan Pusat Statistik mencatat neraca perdagangan Indonesia pada 2019 mengalami defisit sebesar 3,2 miliar dolar Amerika Serikat  atau lebih kecil bahkan hampir sepertiga dari defisit yang terjadi pada 2018 yaitu 8,6 miliar dolar Amerika Serikat. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/foc.

Masalah pandemi global bakal membuat adanya perubahan mendasar dalam rantai pasok global
Jakarta (ANTARA) - Pemerintah perlu memastikan kelancaran dan kekokohan rantai pasok global berbagai komoditas karena situasi pandemi dicemaskan dapat membuat kondisi rantai pasok di suatu negara menjadi lebih terhambat dan kurang lancar.

"Memastikan keamanan pasokan dengan meningkatkan kekuatan rantai pasok akan menjadi sasaran utama dari pemerintah dan perusahaan, mengingat faktor biaya dan efisiensi," kata Managing Director Moody's (konsultan jasa finansial) untuk kawasan Asia Pasifik, Michael Taylor, dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Selasa.

Menurut dia, masalah pandemi global bakal membuat adanya perubahan mendasar dalam rantai pasok global, yang berpotensi menguntungkan berbagai negara di kawasan Asia karena adanya pabrik yang berpindah dari China.

Ia berpendapat bahwa negara-negara Asia yang akan memperoleh manfaat paling besar adalah yang memiliki fundamental ekonomi yang kuat.

Selain itu, lanjutnya, faktor lainnya yang menguntungkan suatu negara adalah infrastruktur yang reliabel, SDM yang baik, dan risiko geopolitik yang rendah.

Moody's menilai bahwa rantai pasok ke depannya bakal menjadi lebih pendek dan lebih singkat, yang akan mengarah kepada sistem perdagangan global yang lebih terframent dengan rangkaian pemasok yang lebih banyak untuk produk yang serupa.

Sebelumnya, Menteri BUMN Erick Thohir menegaskan program diplomasi ekonomi BUMN Go Global yang bekerjasama dengan Kementerian Luar Negeri bukan untuk gaya-gayaan melainkan demi memperbaiki rantai pasok Indonesia.

"Kita tahu bahwa selama ini kita hanya jadi target pasar atau market, tapi sampai kapan. Dan ini yang kita harapkan bagaimana dengan kita juga melakukan akuisisi beberapa perusahaan yang ada di luar negeri, ini tujuannya simple yaitu memperbaiki rantai pasok Indonesia," kata Erick Thohir usai menandatangani MoU diplomasi ekonomi BUMN Go Global di Kementerian Luar Negeri, Jakarta, 17 Juli.

Menurut Erick, sebelumnya Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menyampaikan BUMN Go Global penting diartikan sebagai dua tujuan. Pertama, dalam rangka mencoba untuk memasarkan produk-produk BUMN yang saat ini sudah diakui juga di banyak negara.

Banyak sekali, lanjut dia, produk-produk BUMN yang telah diakui di kancah internasional seperti produksi vaksin yang dilakukan oleh Bio Farma ataupun dari industri pertahanan sendiri yang telah mendapatkan pengakuan di beberapa negara Asia Tenggara lewat produk-produk BUMN.

"Namun tidak cukup itu juga bahwa BUMN Go Global salah satunya kita ingin juga berpartisipasi memperbaiki rantai pasok yang ada di Indonesia," ujar Erick Thohir.

Baca juga: ASEAN diprediksi jadi pusat rantai pasok barang dunia pada 2030
Baca juga: Momentum tepat perbaiki rantai pasok melalui program BUMN Go Global

Pewarta: M Razi Rahman
Editor: Ahmad Wijaya
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Pangkas rantai pasok, stabilkan harga pangan

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar