Cegah perdagangan ilegal, Singapura hancurkan 9 ton gading gajah

Cegah perdagangan ilegal, Singapura hancurkan 9 ton gading gajah

Gading, yang disita dari berbagai pengiriman dalam beberapa tahun terakhir, dihancurkan oleh National Parks Board (NParks) di sebuah fasilitas di Singapura (11/8/2020). ANTARA/REUTERS/Edgar Su/aa.

Singapura (ANTARA) - Pemerintah Singapura pada Selasa mulai menghancurkan sembilan ton gading gajah, langkah yang disebut pihak berwenang sebagai peristiwa terbesar di dunia dalam beberapa tahun terakhir ini. 

Penghancuran berton-ton gading itu juga dan menandakan perjuangan negara pulau itu dalam melawan perdagangan ilegal satwa liar.

Negara yang menjadi titik jalur pelayaran dalam pengiriman produk hewan terlarang antara Afrika dan Asia itu menghancurkan gading senilai 18 juta dolar Singapura (sekitar Rp193,2 miliar), termasuk rekor 8,8 ton gading sitaan tahun lalu yang dikatakan otoritas berasal dari 300 gajah. 

Dalam acara yang disiarkan secara daring, para pekerja dengan mengenakan helm terlihat sedang mengosongkan troli berisi gading ke sebuah tempat pembuangan, tempat gading-gading itu kemudian diremukkan dengan alat penghancur batu industri.

Proses penghancuran mungkin memakan waktu beberapa hari dan pecahannya kemudian akan dibakar.

"Penghancuran akan mencegah gading masuk kembali ke pasar dan akan mengganggu rantai pasokan global gading yang diperdagangkan secara ilegal," kata Dewan Taman Nasional tentang penghancuran tersebut, yang diadakan menjelang Hari Gajah Sedunia.

Diperkirakan 100 gajah Afrika dibunuh setiap hari oleh pemburu yang mencari gading, daging, dan bagian tubuh hewan itu. Perburuan menjadikan jumlah gajah yang tersisa hanya 400.000 ekor, menurut perkiraan ahli lingkungan.

Sebagian besar permintaan gading berasal dari negara-negara Asia, seperti China dan Vietnam, tempat gading tersebut diubah menjadi perhiasan dan ornamen.

Selain mengambil sikap keras terhadap produk transit, Singapura mengatakan tahun lalu akan melarang perdagangan gading di dalam negeri mulai September 2021.

"Perburuan gajah berada pada level krisis di Asia dan Afrika karena perdagangan ilegal," kata CEO World Wide Fund for Nature Singapura R Raghunathan.

Raghunathan mengatakan penghancuran gading dan inisiatif-inisiatif lainnya yang dijalankan negara kota itu menggarisbawahi tekad untuk "membasmi pengiriman ilegal produk satwa liar melalui Singapura".

Negara tetangganya, Malaysia, menghancurkan 9,55 ton gading gajah yang disita pada 2016.


Sumber: Reuters

Baca juga: Singapura sita gading dari hampir 300 gajah dalam penyitaan terbesar

Baca juga: Tanzania sita gading diduga berasal dari 117 gajah liar

Baca juga: Logistik China tolak pengiriman produk ilegal satwa liar


 

Polda Riau Tangkap Delapan Pemburu Gading Gajah

Penerjemah: Yashinta Difa Pramudyani
Editor: Tia Mutiasari
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar