Penyebab kebakaran permukiman di Duri Selatan diduga dari api kompor

Penyebab kebakaran permukiman di Duri Selatan diduga dari api kompor

Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Audie S Latuheru di lokasi pengungsian korban kebakaran Jalan Duri Utara, Duri Selatan, Tambora, Jakarta, Rabu. (ANTARA/Devi Nindy)

Informasi sementara dari masyarakat berasal dari kompor
Jakarta (ANTARA) - Penyebab kebakaran hebat di permukiman padat penduduk Jalan Duri Utara, Kelurahan Duri Selatan, Tambora diduga berasal dari api kompor yang merambat hingga membakar rumah sekitarnya.

"Informasi sementara dari masyarakat berasal dari kompor," ujar Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Audie S Latuheru di Jakarta, Rabu.

Namun pihaknya masih menyelidiki penyebab kebakaran melalui pembaharuan dari tim laboratorium forensik Polri.

Sembari menunggu, pihaknya bersama Forkopimda Jakarta Barat berfokus pada pemberian bantuan sosial darurat untuk para pengungsi.

"Seharian ini akan fokus ke memberikan bantuan bantuan, baru kita pikirkan yang lain kebutuhan masyarakat di tempat kejadian.

Baca juga: Ratusan warga kehilangan rumah karena kebakaran di Jakarta Barat

Sebelumnya, Sebanyak 974 warga kehilangan rumah karena kebakaran hebat di kawasan padat penduduk Jalan Duri Selatan, Tambora, Jakarta Barat, Selasa malam (11/8).

"382 kepala keluarga atau 974 jiwa terkena dampak dalam kebakaran tersebut," ujar Kasie Operasi Pemadam Kebakaran (Damkar) Jakarta Barat, Eko Sumarno.

Eko mengatakan pemadaman berlangsung lebih dari delapan jam. Api baru dapat dipadamkan Rabu dini hari pukul 04.10 WIB.

Total 38 unit damkar yang diisi 190 personel berupaya selama delapan jam memadamkan api.

Total ada empat RW yang terkena dampak kebakaran yakni RT01, RT02, RT03, dan RT10. Semua RT berada di kawasan RW05, Duri Selatan, Tambora, Jakarta Barat.

Baca juga: Kebakaran permukiman warga di Jakbar, Damkar kerahkan ratusan personel

Polisi masih menyelidiki penyebab kebakaran tersebut. Hingga kini, tidak ada korban jiwa akibat kebakaran tersebut.
 

Pewarta: Devi Nindy Sari Ramadhan
Editor: Edy Sujatmiko
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Kejaksaan Agung pastikan berkas perkara kasus korupsi, aman

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar