Desentralisasi Kesehatan RI Jadi Pembahasan Menarik di Inggris

London (ANTARA News) - Desentralisasi bidang kesehatan di Indonesia menjadi pembahasan menarik dalam seminar bertema "Health Sector Decentralization in Indonesia 2000-2007: A change without change" yang di digelar di University of Salford, Kerajaan Inggris.

Desentralisasi yang diamanatkan Undang Undang sejak tahun 2000 sampai saat ini belum berdampak pada status kesehatan masyarakat karena masih dijalankan setengah hati, ujar Ketua program Master of Public Health di University of Salford Dono Widiatmoko, kepada koresponden Antara London, Sabtu

Dikatakannya seminar yang diikuti mahasiswa asing di Salford University yang dilanjutkan dengan diskusi menampilkan Direktur Pusat Manajemen Pelayanan Kesehatan Universitas Gadjah Mada Profesor Laksono Trisnantoro.

Menurut Dono Widiatmoko, dalam seminar Profesor Laksono Trisnantoro membahas masalah desentralisasi sektor kesehatan di Indonesia dalam kurun waktu 2000 sampai 2007.

Dikatakannya sejak desentralisasi dilaksanakan di Indonesia, pelaksanaannya masih seperti pendulum bergerak dari kubu sentralisasi ke desentralisasi.

Departemen kesehatan selama ini dinilai masih ragu, belum mau atau tidak mau melaksanakan desentralisasi di bidang kesehatan Indonesia, ujarnya.

Misalnya saja, Sistem Kesehatan Nasional tidak lagi mencantumkan aspek desentralisasi di sektor kesehatan, struktur Departemen Kesehatan tidak mendukung pelaksanaan desentralisasi, dan ketiadaan policy dan petunjuk yang jelas dari pusat tentang desentralisasi kesehatan.

Hal ini disebabkan berbagai hal yang kompleks penjelasannya dan memerlukan kemauan dan upaya yang kuat untuk pelaksanaannya, ujarnya.

Diharapkan jajaran pimpinan Depkes yang baru dari Kabinet Indonesia Bersatu 2 bisa lebih menjalankan aspek desentralisasi kesehatan di Indonesia untuk mencapai Indonesia yang lebih baik. Demikian Laksono.

Dono Widiatmoko, dosen yang juga ketua program Master of Public Health di University of Salford mengatakan seminar ini dihadiri mahasiswa kesehatan masyarakat dari berbagai negara.

Menurut Dono, materi seminar sangat relevan untuk diikuti mahasiswa dan akademisi yang tertarik bidang manajemen kesehatan.

Pengalaman desentralisasi sektor kesehatan di Indonesia bisa menjadi bahan pelajaran berharga untuk mahasiswa berbagai negara, ujarnya.

Dono yang juga aktif di ICMI London menyambut baik upaya untuk mengadakan berbagai riset dan pendidikan bidang kesehatan masyarakat antara institusi di Inggris dengan Universitas-universitas di Indonesia.

Hubungan kerjasama riset yang baik tentu akan membawa manfaat bagi semua pihak, ujarnya.

Sujarwoto, mahasiswa Doktoral di University of Manchester yang juga hadir pada acara itu juga mengharapkan pelajaran berharga dari pelaksanaan Desentralisasi Kesehatan selama ini bisa menjadi bahan pelajaran bagi pejabat, akademisi, dan juga pelaku bidang kesehatan di Indonesia.(*)

Pewarta: mansy
Editor: Kunto Wibisono
COPYRIGHT © ANTARA 2009

Komentar