Musi Rawas (ANTARA News) - Bayi berumur 38 hari, Ryan Oktariansyah anak pertama pasangan Hendra Effendi (24) dan Eni Maryani (20) meninggal dunia setelah mendapat suntikan imunisasi di tempat tinggalnya di Kabupaten Musi Rawas, Provinsi Sumatra Selatan.

"Setelah disuntik imunisasi anaknya nangis terus sampai malam hari. Atas saran bidan desa melalui telepon agar memberikan paracetamol tablet, namun sampai larut malam tetap saja nangis dan menjelang subuh meninggal dunia," kata Burlian (47) orang tua Hendra yang juga kakek korban, Selasa.

Burlian yang ditemui di rumah duka yang terletak di gang Air Terjun, RT 02, Desa Muara Beliti Baru, Kecamatan Muara Beliti, Kabupaten Musi Rawas, mengatakan, korban merupakan cucu pertama dari anak pertamanya.

Kejadian itu berawal saat almarhum menjalani imunisasi yang di selenggarakan di depan kantor Desa Muara Beliti Baru bersama dengan balita lainnya.

"Padahal saat disuntik kondisi anak dalam kondisi sehat namun setelah disuntik kondisi badannya berubah menjadi dingin dan selalu menangis," katanya.

Kendati sudah kehilangan cucu, keluarga mereka tidak berniat memperkarakan kasus tersebut.

Sedangkan orang tua korban Hendra Effendi, juga menyatakan tidak akan menuntut pihak-pihak terkait, namun mereka butuh kejelasan penyebab kematian anaknya sehingga pihak keluarga dapat menerima dengan lapang dada.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Muara Beliti A Iqbal El Husni, menjelaskan sebelum dilakukan pemberian suntikan kesehatan bayi sudah diperiksa lebih dahulu.

Imunisasi yang dilakukan di Desa Muara Beliti Baru pada Senin (21/12) lalu, dari enam balita yang diimunisasi hanya korban yang bermasalah.

Setelah mengetahui korban meninggal pihak Puskesmas bersama Dinas Kesehatan Musi Rawas langsung datang ke rumah duka. Selain mengucapkan permintaan maaf, mereka juga meneliti terhadap tubuh korban.

Hasil pemeriksaan terhadap tubuh korban terlihat adanya bercak darah di bagian mata dan lendir yang keluar melalui hidung.

Bercak darah keluar dari mata dan lendir di hidung menurut tim medis Puskesmas setempat sebagai akibat menangis yang berlebihan. Hal ini besar kemungkinan akibat pemberian suntikan BCG dan vaksin polio di bawah bagian kulit mengakibat rasa sakit.

Namun pada umumnya balita yang disuntik hanya akan mengalami kesakitan sesaat saja, dan rasa sakit ini akan hilang dalam beberapa menit.

"Vaksin yang diberikan sudah kami periksa dan masih layak, sedangkan petugas yang menyuntik boleh dilakukan oleh petugas kesehatan lainnya selain bidan desa misalnya perawat atau tenaga kesehatan lainnya asal mereka menguasai bidang kesehatan," katanya.

Selain itu, Iqbal menyesalkan tindakan orang tua korban yang tidak segera membawa anaknya ke rumah sakit guna mendapat tindakan intensif petugas.(*)

Pewarta:
Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2009